Music Zone
Maze In Mave Buka Babak Baru Lewat Single ‘Lost’
Band yang sebelumnya dikenal lewat warna musik bernuansa Jejepangan itu resmi membuka babak baru melalui single ‘Lost’
Penulis: Santo Ari | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Perubahan dalam musik sering kali tidak terdengar pelan. Ia datang bersama risiko, kegamangan, sekaligus pertaruhan identitas.
Bagi sebagian band, bertahan dengan warna lama terasa aman.
Namun bagi yang lain, justru perubahan menjadi satu satunya cara untuk tetap hidup.
Di titik inilah Maze In Mave berdiri hari ini.
Band yang sebelumnya dikenal lewat warna musik bernuansa Jejepangan itu resmi membuka babak baru melalui single ‘Lost’.
Lagu ini bukan sekadar rilisan baru, melainkan penanda transisi besar setelah dua tahun yang penuh pergolakan internal dan pencarian arah.
Perjalanan menuju fase ini tidak mudah.
Pergantian personel dan perubahan orientasi musikal membuat mereka seperti harus memulai dari awal.
Dalam dunia musik, perubahan selera publik kerap lebih keras daripada pergantian kepemimpinan politik.
Pendengar cenderung nyaman dengan apa yang sudah akrab di telinga.
Ketika sebuah band menggeser haluan, risiko kehilangan sebagian basis pendengar menjadi konsekuensi yang tak terhindarkan.
Maze In Mave mengakui fase itu sebagai periode yang tidak sederhana.
“Kami sempat tenggelam karena pergantian personel dan perubahan arah musik yang cukup besar. Dari warna lama yang kental dengan nuansa jejepangan, kami perlahan menemukan bentuk baru di modern rock,” jelas Maze In Mave dalam siaran persnya.
Baca juga: ‘Thou Shalt Behold’ Tegaskan Evolusi Musik Death Vomit Tanpa Meninggalkan Akar
Bukan Materi Baru
‘Lost’ sebenarnya bukan materi baru yang sepenuhnya lahir di tengah perubahan ini.
Lagu tersebut awalnya diproyeksikan masuk dalam album penuh yang direncanakan rilis pada 2024.
Namun dinamika internal membuat rencana itu tertunda.
Lagu tersebut disimpan selama dua tahun sebelum akhirnya diputuskan untuk dihidupkan kembali dengan pendekatan berbeda.
Sebelum akhirnya dirilis, ‘Lost’ mengalami proses rekonstruksi agar benar benar selaras dengan identitas baru band.
Penyesuaian aransemen dan energi dilakukan agar sejalan dengan karakter vokal yang kini mengisi tubuh Maze In Mave.
“Kami sadar lagu ini harus dibangun ulang agar menyatu dengan energi dan warna vokal yang baru,” sambung mereka.
Kini, lagu tersebut telah dilepas ke berbagai platform dengar digital sebagai penanda akhir satu fase dan awal fase berikutnya.
Bagi Maze In Mave, keputusan ini bukan sekadar strategi rilis, melainkan sikap terhadap masa depan mereka sendiri.
Perubahan arah menuju modern rock menjadi cara mereka menolak stagnasi, sesuatu yang mereka anggap sebagai kematian paling sunyi dalam bermusik.
Di ujung proses panjang itu, mereka melihat ‘Lost’ sebagai pijakan pertama.
“Lagu itu adalah langkah awal kami setelah dua tahun diam. Arahnya jelas karena kami tidak sedang mencoba aman atau sekadar mengikuti arus. Kami sedang mencari suara kami sendiri. Dan ‘Lost’ adalah titik mulai,” tutupnya.(*)
| FM Abends Rilis ‘Gemuruh Suara Doa’, Lagu Tentang Rindu dan Perjalanan Pulang |
|
|---|
| ‘Thou Shalt Behold’ Tegaskan Evolusi Musik Death Vomit Tanpa Meninggalkan Akar |
|
|---|
| Marsmolys Rilis Album Kedua ‘The Progeny of Holy Moly’ |
|
|---|
| Partikelir Rayakan Album Perdana dengan Konser Lintas Medium di Yogyakarta |
|
|---|
| Nuansa Pop Manis Atmojo Hidupkan Lagi Lagu Perlahan dan Sakau Ciptaan Andry Priyanta |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Maze-In-Mave.jpg)