5 Air Terjun Hidden Gem di Bantul, Masih Alami dan Ramah Kantong
Bantul menyimpan air terjun tersembunyi yang masih alami, sejuk, dan murah. Cocok untuk healing dan liburan alam!
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
Ringkasan Berita:
- Lima air terjun tersembunyi di Bantul ini menawarkan keindahan alami, akses mudah, dan biaya terjangkau.
- Waktu terbaik berkunjung saat musim hujan.
TRIBUNJOGJA.COM – Kabupaten Bantul tak hanya dikenal dengan pantai-pantainya yang memesona.
Namun juga menyimpan pesona alam berupa air terjun tersembunyi atau hidden gem yang masih alami dan jarang dikunjungi wisatawan.
Lokasinya yang berada di kawasan perbukitan, desa terpencil dan hutan membuat suasana di sekitar air terjun terasa sejuk, tenang.
Hal tersebut sangat cocok untuk melepas penat.
Bagi pecinta wisata alam tempat ini adalah surga tersembunyi.
Berikut lima air terjun hidden gem di Bantul yang masih aktif, ramah kantong, serta memiliki keindahan alami yang layak dikunjungi.
1. Air Terjun Penawangan Srunggo
Air Terjun Penawangan Srunggo dikenal sebagai salah satu air terjun bertingkat yang masih sangat alami di Bantul.
Lokasinya berada di wilayah Srunggo 1, RT 10, Selopamioro, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Air terjun ini memiliki karakter unik berupa aliran bertingkat yang tidak lurus, melainkan sedikit berkelok.
Tampak estetis dan menarik untuk difoto.
Di bagian bawah air terjun terdapat ceruk atau cekungan alami dari bongkahan batu yang berisi air jernih dan dangkal.
Aman digunakan untuk berendam atau bermain air.
Sepanjang perjalanan menuju lokasi, pengunjung akan disuguhi pemandangan hamparan sawah hijau yang menenangkan.
Akses menuju air terjun memerlukan trekking ringan, namun jalurnya sudah cukup jelas dan tersedia area parkir di titik tertentu.
Menariknya, tiket masuk ke Air Terjun Penawangan Srunggo bersifat seikhlasnya.
Jam operasionalnya buka 24 jam, namun waktu terbaik untuk berkunjung tetap disarankan pada pagi hingga sore hari demi keamanan dan kenyamanan.
2. Air Terjun Randusari
Air Terjun Randusari terletak di kawasan Dlingo, Kabupaten Bantul, Yogyakarta.
Menjadi satu diantara destinasi alam yang cukup populer namun tetap mempertahankan kesan asri.
Dari pusat Kota Yogyakarta, waktu tempuh menuju lokasi sekitar satu jam perjalanan.
Nama Randusari berasal dari keberadaan pohon randu besar di dekat air terjun.
Kata Sari dalam bahasa Jawa bermakna utama, sehingga Randusari dapat diartikan sebagai tempat utama di sekitar pohon randu.
Dari area parkir, pengunjung perlu berjalan kaki sekitar 200 meter atau kurang lebih 15 menit menyusuri jalur alami menuju air terjun.
Jalur tersebut sudah memiliki penanda, sehingga tidak perlu khawatir tersesat.
Air terjun ini memiliki aliran air yang jernih dan segar, dikelilingi vegetasi hijau yang rindang.
Biaya masuknya sangat terjangkau, hanya Rp2.000 per orang, dengan tarif parkir sekitar Rp2.000 untuk sepeda motor dan Rp5.000 untuk mobil.
Air Terjun Randusari buka setiap hari dan paling indah dikunjungi saat musim hujan, ketika debit air sedang tinggi dan alirannya terlihat lebih deras.
3. Air Terjun Selarong
Air Terjun Selarong merupakan air terjun musiman.
Terletak di dekat Gua Selarong, Desa Guwosari, Kecamatan Pajangan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Lokasinya berada di sebelah barat kawasan wisata sejarah Gua Selarong, yang dikenal sebagai tempat persembunyian Pangeran Diponegoro saat Perang Jawa.
Keunikan Air Terjun Selarong terletak pada suasananya yang rindang karena dikelilingi pepohonan besar.
Kolam alami di bawah air terjun yang dapat digunakan untuk berenang.
Kedalaman kolam relatif aman, sehingga cocok untuk aktivitas air ringan.
Air terjun ini paling indah dikunjungi saat musim hujan, ketika alirannya deras dan menciptakan suasana sejuk alami.
Fasilitas di kawasan ini tergolong lengkap, meliputi area parkir, toilet, musala, warung makan, dan taman bermain.
Jam operasional kawasan wisata Selarong umumnya buka pukul 08.00 hingga 16.00 WIB.
4. Grojokan Pucung
Grojokan Pucung merupakan salah satu air terjun tersembunyi yang masih sangat alami dan jarang tersentuh aktivitas manusia.
Lokasinya berada di Kalipakem, Seloharjo, Imogiri, Kabupaten Bantul.
Keunikan Grojokan Pucung terletak pada keberadaan beberapa air terjun kecil sekaligus dalam satu kawasan.
Air terjuyang tertinggi sekitar 5 -7 meter.
Terdapat juga kolam berwarna toska yang jernih dan menyegarkan.
Suasananya sepi, tenang, dan cocok bagi wisatawan yang ingin menikmati alam tanpa keramaian.
Untuk mencapai lokasi, pengunjung perlu berjalan kaki sekitar 20 meter melewati jalur yang sedikit masuk hutan.
Trekking tergolong ringan, namun tetap disarankan menggunakan alas kaki yang nyaman karena medan bisa licin, terutama saat musim hujan.
Hingga saat ini, Grojokan Pucung belum memberlakukan tiket masuk.
Hal itu menjadi destinasi wisata alam yang ramah di kantong.
Fasilitas pendukung masih sangat terbatas, sehingga pengunjung disarankan membawa perlengkapan pribadi.
5. Air Terjun Watu Lawang
Air Terjun Watu Lawang terletak di Wunul, Sriharjo, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Lokasinya berada di kawasan wisata Sriharjo.
Air terjun ini dikenal sebagai air terjun musiman yang keindahannya sangat dipengaruhi kondisi cuaca.
Nama Watu Lawang berasal dari formasi batuan yang menyerupai pintu atau lawang, sehingga menciptakan kesan dramatis dan unik.
Air terjun ini memiliki aliran bercabang dan dikelilingi tebing batu yang menjulang, menjadikannya spot foto yang menarik bagi pecinta alam.
Untuk mencapai lokasi, pengunjung disarankan menggunakan jasa pemandu lokal.
Terutama karena jalur trekking cukup menantang dan berada di kawasan alam terbuka.
Selain mengunjungi air terjun, wisatawan juga dapat mendaki Puncak Watu Manjung yang berada di sekitar area tersebut.
Air Terjun Watu Lawang paling aman dan indah dikunjungi saat musim hujan ringan.
Namun, tetap perlu kehati-hatian karena jalur bisa licin dan debit air dapat meningkat secara tiba-tiba.
Baca juga: 9 Hidden Gem di Jogja yang Tenang dan Adem, Cocok untuk Introvert
Waktu Terbaik dan Tips Berkunjung
Secara umum, waktu terbaik untuk mengunjungi air terjun di Bantul adalah saat musim hujan.
Hal ini dikarnakan debit air lebih deras dan pemandangan tampak lebih segar.
Namun, pengunjung tetap perlu waspada terhadap kondisi jalan yang licin serta potensi arus deras.
Sebagian besar air terjun di Bantul buka pukul 08.00 hingga 16.00 WIB.
Meskipun beberapa lokasi seperti Penawangan Srunggo dapat diakses selama 24 jam.
Meski demikian, disarankan datang pada siang hari demi keamanan dan kenyamanan.
Beberapa tips penting saat berkunjung:
- Gunakan alas kaki anti selip.
- Bawa pakaian ganti dan perlengkapan pribadi.
- Patuhi aturan setempat dan jaga kebersihan.
- Jika ragu dengan jalur, manfaatkan jasa pemandu lokal.
Dengan keindahan alam yang masih terjaga, biaya masuk yang terjangkau.
Suasana yang tenang, lima air terjun hidden gem di Bantul ini layak menjadi destinasi wisata alternatif bagi warga Yogyakarta dan sekitarnya.
Selain menyegarkan tubuh, keindahan alamnya juga mampu menenangkan pikiran dan menghadirkan pengalaman liburan yang berkesan. (MG Khoirunnida)
| 3.727 Anak di Bantul Tak Sekolah, Pemkab Sisir Data dan Siapkan Bantuan Pendidikan |
|
|---|
| Kasus KDRT di Parangtritis, Istri Nekat Iris Leher Suami di Losmen |
|
|---|
| Laka Maut di Sewon, Ibu Hamil Meninggal usai Mobil yang Ditumpanginya Hilang Kendali |
|
|---|
| Breaking News: Seorang Istri Asal Karanganyar Nekat Iris Leher Suami di Losmen Parangtritis |
|
|---|
| Harga Kedelai Naik, Perajin Tempe di Bantul Rela Untung Sedikit Agar Produk Laku |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Air-Terjun-Penawangan-Srunggo.jpg)