3 Manfaat Toner dalam Skincare untuk Kulit Lebih Sehat dan Terawat

Toner bukan sekadar pelengkap skincare, tapi kunci kulit lebih sehat, lembap, dan siap menyerap perawatan secara maksimal.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
www.everydayhealth.com
Ilustrasi face toner. 

Ringkasan Berita:
  • Toner berperan penting menyeimbangkan pH kulit setelah pembersihan, memperkuat skin barrier, serta mengurangi risiko iritasi terutama pada kulit sensitif.
  • Toner memberikan hidrasi ekstra dan membantu kulit menyerap serum serta pelembap dengan lebih optimal, sehingga kulit tampak lebih plump, segar, dan sehat.
  • Jenis exfoliating toner mampu mengangkat sel kulit mati secara lembut, membantu mencerahkan kulit dan membersihkan pori, asalkan digunakan dengan bijak agar tidak merusak skin barrier.

 

TRIBUNJOGJA-Toner sering kali menjadi produk yang paling sering diabaikan atau bahkan dianggap tidak penting oleh banyak orang.

Terutama bagi mereka yang baru memulai perjalanan skincare.

Toner merupakan jembatan antara tahap pembersihan dan tahap perawatan setelah toner.

Mempersiapkan kulit agar dapat menyerap produk-produk dengan lebih efektif.

Perkembangan teknologi skincare modern telah membuat toner berevolusi dari sekadar produk pembersih tambahan menjadi treatment yang kaya akan bahan aktif dan memberikan manfaat nyata bagi kesehatan kulit.

Berbagai jenis toner kini tersedia dengan formulasi yang disesuaikan untuk berbagai jenis kulit dan fokus yang spesifik.

Mulai dari hydrating toner, exfoliating toner, hingga treatment toner yang mengandung bahan aktif seperti niacinamide atau centella asiatica.

Berikut tiga manfaat toner yang harus diperhatikan agar tahapan skincare semakin lengkap dan hasil skincare lebih maksimal.

1. Menyeimbangkan pH Kulit dan Memperkuat Skin Barrier

Ilustrasi menggunakan toner
Ilustrasi menggunakan toner (internet)

Manfaat penggunaan toner adalah untuk menyeimbangkan pH kulit setelah proses pembersihan. 

Kulit dengan pH yang tidak seimbang lebih rentan terhadap infeksi bakteri dan jamur. 

Pembersih wajah meskipun penting untuk membersihkan kotoran dan minyak, sering kali memiliki pH yang lebih tinggi dari pH alami kulit. 

Setelah pembersihan, kulit memang memiliki kemampuan alami untuk mengembalikan pH nya ke tingkat normal.

Namun proses ini memerlukan waktu beberapa jam.

Selama periode ini kulit berada dalam kondisi tidak optimal untuk menyerap produk perawatan.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved