Daftar Novel Populer Tere Liye, Cocok Dibaca Saat Liburan

Berikut beberapa rekomendasi karya Tere Liye yang bisa menjadi teman liburan kamu agar waktu istirahat terasa lebih bermakna.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
pinterest.com
5 Rekomendasi Novel Karya Tere Liye 

Sri Ningsih meninggalkan harta warisan senilai 19 triliun rupiah dalam bentuk 1 persen saham perusahaan besar.

Namun, kasus ini menjadi rumit karena data pribadi Sri Ningsih sangat terbatas dan tidak ditemukan surat wasiat.

Pencarian ahli waris pun menjadi sangat sulit.

Satu-satunya petunjuk berasal dari diari milik Sri Ningsih yang diserahkan oleh Aimee, pengurus panti asuhan yang dipercaya almarhumah.

Diari tersebut terbagi ke dalam lima bagian yang disebut juz: kesabaran, persahabatan, keteguhan hati, cinta, dan memeluk semua rasa sakit.

Melalui penelusuran diari itu, Zaman menyusuri perjalanan hidup Sri Ningsih yang penuh luka dan keteguhan.

Alur yang kuat serta pesan moral yang mendalam menjadikan Tentang Kamu sebagai salah satu karya Tere Liye yang paling diminati pembaca hingga kini.

5. Teruslah Bodoh Jangan Pintar

Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar
Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar Karya Tere Liye

Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar mengangkat realitas sosial yang dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia.

Cerita berfokus pada sekelompok aktivis lingkungan yang terdiri dari lima tokoh dengan latar belakang berbeda, mulai dari sutradara idealis, penulis terkenal, pemilik Lembaga bantuan hukum, seseorang misterius, dan mantan wartawan senior.

Mereka berhadapan dengan kasus besar yang melibatkan PT Semesta Mineral and Minings, perusahaan tambang milik Tuan Liem.

Konflik semakin memanas menjelang pemilihan presiden ketika isu ini dijadikan janji kampanye politik.

Saat sudah terpilih, maka dibentuklah komite khusus yang bersifat independen terdiri dari para ahli, untuk menangani kasus ini. 

Dalam persidangan, para aktivis harus melawan perusahaan besar yang melakukan berbagai pelanggaran, mulai dari kerusakan lingkungan, pemalsuan dokumen, hingga suap aparat hukum.

Sayangnya, kekuatan uang dan kekuasaan membuat hukum dapat dibeli, hingga keadilan pun berpihak pada pihak yang berkuasa.

Novel ini menyajikan konflik yang realistis dan menggambarkan dinamika kekuasaan secara mendalam.

Isu lingkungan, korupsi, bisnis ilegal, dan penyuapan dibalut dalam alur cerita yang menegangkan.

Sehingga menjadikan buku ini bukan hanya menghibur, tetapi juga membuka wawasan kritis pembaca. (MG Zahrah Suci Al Aliyah)

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved