‘UNIDENTIFIED’, Album yang Menandai Babak Baru Heroic

Heroic, trio melodic punk yang sudah bertahan sejak 2009, merilis album terbaru bertajuk ‘UNIDENTIFIED’ dan menegaskan belum padam

Tayang:
Penulis: Santo Ari | Editor: Yoseph Hary W
Istimewa
Heroic, trio melodic punk dari Jogja 
Ringkasan Berita:
  • Heroic, trio melodic punk asal Yogyakarta merilis album terbaru bertajuk ‘UNIDENTIFIED’.
  • Album ‘UNIDENTIFIED’ dibangun sebagai kumpulan pengalaman yang berkembang selama perjalanan Heroic. 
  • Album ini sebagai hasil perenungan dan pembacaan mereka terhadap dunia di sekeliling, sebuah usaha untuk menerjemahkan dinamika hidup ke dalam bentuk musik yang jujur. 

 

TRINUNJOGJA.COM - Skena punk Yogyakarta sedang memasuki fase yang menarik. Setelah bertahun tahun dikuatkan oleh band-band yang tumbuh dari ruang komunitas, tahun ini sebuah nama lama kembali muncul dengan energi baru. 

Heroic, trio melodic punk yang sudah bertahan sejak 2009, merilis album terbaru bertajuk ‘UNIDENTIFIED’ dan menegaskan bahwa meski perjalanan mereka panjang dan penuh perubahan, semangatnya tidak pernah padam.

Heroic bermula dari kelompok anak muda yang tumbuh bersama musik punk dan alternative. Selama lebih dari satu dekade, mereka mengalami bongkar pasang formasi hingga akhirnya menemukan keseimbangan dalam trio Galih pada bass, Kiki pada drum, dan Giyas pada gitar serta vokal. Ketiganya menjaga karakter Heroic tetap utuh sekaligus membuka ruang untuk berkembang. 

Tahun 2025 menjadi momentum penting karena mereka merilis album penuh berisi sepuluh lagu yang memotret kembali semangat melodic punk dua ribuan yang sejak awal membentuk identitas mereka. Sebagai pemanasan, dua video musik sudah dilepas lebih dulu melalui lagu ‘No Way Out’ dan ‘YOLO’.

Album ‘UNIDENTIFIED’ dibangun sebagai kumpulan pengalaman yang berkembang selama perjalanan Heroic. Setiap lagu menyimpan potongan cerita tentang cinta, kehilangan, harapan, dan hal hal personal yang mereka saring dari hidup sehari hari. 

Hasil perenungan

Album ini sebagai hasil perenungan dan pembacaan mereka terhadap dunia di sekeliling, sebuah usaha untuk menerjemahkan dinamika hidup ke dalam bentuk musik yang jujur. 

“Album ini adalah catatan hidup yang kami terjemahkan ke dalam ritme, melodi, dan lirik,” ujar Giyas.

Pemilihan judul ‘UNIDENTIFIED’ menjadi bagian penting dari narasi. Heroic ingin melepaskan diri dari batasan label, tanpa meninggalkan akar melodic punk yang telah mereka jalani sejak awal. Eksperimen menjadi bagian dari proses kreatif mereka sekarang, sebuah dorongan untuk tidak terpaku pada satu formula saja. Gagasan itu kembali ditegaskan Giyas dalam bahan yang mereka rilis. 

“Nama ‘UNIDENTIFIED’ kami pilih sebagai simbol bahwa musik Heroic bebas dari sekat,” ujar Giyas.

Dari sisi musik, album ini menunjukkan perubahan signifikan. Aransemen terdengar lebih rapi namun tetap liar, sementara liriknya memuat kedalaman yang tidak menghilangkan spontanitas khas punk. Setiap lagu menawarkan pengalaman berbeda, dari ledakan energi sampai momen reflektif yang jarang muncul di materi awal mereka. Warna tambahan hadir lewat kolaborasi. Komeng dari Serigala Malam muncul di lagu ‘The Hypocrite’ dan memberikan karakter vokal yang tajam. Di lagu ‘You Only Live Once’ atau ‘YOLO’, Iwank Markzaid menghadirkan permainan trombone yang membuat atmosfernya lebih lepas dan terasa menyenangkan.

Pada akhirnya, ‘UNIDENTIFIED’ menjadi penanda bahwa Heroic tidak hanya kembali, tetapi juga tumbuh. Mereka memadukan kedewasaan dengan energi lama yang tidak pernah hilang, tetap dekat dengan komunitas yang membesarkan mereka, dan tetap setia pada kebebasan berekspresi yang menjadi roh utama musik punk. Album ini menjadi pengingat bahwa perjalanan panjang sebuah band bukan soal bertahan saja, tetapi tentang bagaimana terus bergerak tanpa kehilangan suara sendiri.(nto)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved