5 Contoh Puisi Indahnya Natal : Saat Cahaya Menyapa Hati
Di saat dunia sibuk dengan segala hiruk-pikuknya, Natal hadir sebagai jeda yang lembut.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Hari Susmayanti
Ringkasan Berita:
- Natal digambarkan sebagai momen jeda dari kesibukan untuk merasakan damai dan kasih.
- Suasana Natal hadir lewat hal sederhana seperti cahaya lilin, doa, dan kebersamaan keluarga.
- Makna Natal ditekankan bukan pada kemewahan, tetapi pada kehangatan dan kehadiran.
TRIBUNJOGJA.COM - Di balik gemerlap lampu dan nyanyian malam, Natal bukan sekadar perayaan.
Ia adalah waktu ketika manusia diajak berhenti sebentar menghela napas, memeluk keluarga, dan mengingat makna kasih.
Di saat dunia sibuk dengan segala hiruk-pikuknya, Natal hadir sebagai jeda yang lembut.
Natal berbicara lewat cahaya lilin, doa yang lirih, dan senyum yang tulus.
Ada damai yang turun perlahan, seperti salju tak terlihat yang menyejukkan jiwa.
Di momen ini, manusia kembali mengingat bahwa yang terpenting bukanlah hadiah, melainkan kehadiran.
Lima contoh puisi berikut mencoba merangkum keindahan Natal seperti tentang kasih, kehangatan, dan harapan yang lahir kembali, bahkan di hati yang paling lelah.
Langsung saja simak di bawah ini :
1. Malam Natal
Lilin menyala di sudut jendela,
cahayanya gemetar seperti doa,
malam menunduk dalam keheningan,
mendengarkan kasih yang sedang lahir.
Bintang-bintang berbisik lembut,
tentang kabar penuh pengharapan,
dan hatiku yang lama letih,
akhirnya belajar untuk pulang.
Natal, kau datang tanpa ribut,
hanya membawa sunyi yang hangat,
dan dalam diam itu,
aku tahu: damai sedang memeluk dunia.
2. Di Bawah Pohon Natal
Bola kaca bergantung berkilau,
mengabadikan pantulan senyum,
pohon natal bukan sekadar hiasan,
ia saksi cinta yang tumbuh dalam diam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Puisi-Natal.jpg)