Poem Bengsing Sajikan 'Blendrang': Musik yang Dimasak Ulang dengan Rasa
Pertunjukan itu menjadi jamuan musik yang tak hanya meriah, tapi juga sarat filosofi dan rasa, layaknya sepiring masakan rumahan
Penulis: Santo Ari | Editor: Yoseph Hary W
“Menjadi acuan bagaimana puisi dapat dihadirkan dalam bentuk terkaan ejawantah yang luas. Secara tematik lebih kepada bagaimana self love diimplementasikan dalam bentuk kata lain,” ujarnya.
Menurut Udin, sapaan akrabnya, kata “nget-ngetan” bisa dimaknai sebagai peningkatan kapasitas diri dalam menghadapi hidup. Bagaimana seseorang mengolah permasalahan dan hal-hal di luar kontrol agar dapat disikapi dengan bijak dan penuh perhatian.
Sebagaimana pertunjukan mereka sebelumnya, Poem Bengsing tampil dengan gaya khas dan jenaka. Para personel mengenakan celana pendek di atas lutut, memakai celemek seperti ibu-ibu yang hendak memasak, dan wajah mereka dirias menyerupai karakter hewan. Panggung malam itu benar-benar berubah menjadi dapur besar yang penuh tawa, musik, dan rasa.(nto)
| Momen Misionaris Australia Beri Layanan Cuci Motor Gratis di Halaman Gereja Kristen di Yogyakarta |
|
|---|
| 13 Tersangka Kasus Daycare Little Aresha Yogyakarta Ditahan di 3 Polsek Terpisah |
|
|---|
| Berburu 'Jagoan' Sapi Kurban Presiden dari 5 Kabupaten/Kota di DIY |
|
|---|
| Demi Atasi Stunting, DPC PDIP Kota Yogyakarta Dukung Alokasi Danais Rp120 Juta per Kelurahan |
|
|---|
| Refleksi 20 Tahun Gempa Yogyakarta, Pakar Sebut Seni Punya Peran Psikososial Pascabencana |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Poem-Bengsing-Sajikan-Blendrang-Musik-yang-Dimasak-Ulang-dengan-Rasa.jpg)