Mengenal Blue Collar Worker, Perbedaan dengan White Collar, hingga Jenis Pekerjaan Lain

Dalam dunia kerja, istilah blue collar (kerah biru) dan white collar (kerah putih) cukup populer. Keduanya sama-sama merujuk pada pekerja, namun

Penulis: Bunga Kartikasari | Editor: Bunga Kartikasari
Gemini AI
Mengenal Blue Collar Worker, Perbedaan dengan White Collar, hingga Jenis Pekerjaan Lain 

Sedangkan pekerja white collar menerima gaji bulanan tetap yang lebih stabil.

3. Pendidikan

Untuk bisa bekerja sebagai blue collar, tidak selalu diperlukan pendidikan tinggi. Cukup dengan keterampilan teknis atau pelatihan khusus, seseorang sudah bisa masuk ke dunia kerja ini. 

Sebaliknya, white collar biasanya menuntut kualifikasi akademis, misalnya gelar sarjana di bidang akuntansi, hukum, atau manajemen.

4. Status Sosial

Dalam pandangan masyarakat, white collar kerap dianggap lebih bergengsi. Hal ini karena gaji bulanan yang relatif lebih besar dan identik dengan pekerjaan profesional.

Sementara blue collar sering dipandang berada di strata sosial lebih rendah, meski kenyataannya tidak selalu demikian. 

Bahkan di era modern, banyak pekerjaan kerah biru yang menuntut keahlian khusus dan justru bisa menghasilkan penghasilan tinggi.

Menurut Investopedia, stereotip ini kini mulai bergeser karena beberapa pekerjaan blue collar juga membutuhkan keahlian teknis tinggi dan bisa menghasilkan gaji besar, misalnya teknisi listrik atau operator mesin industri.

Baca juga: Mengenal Alpha, Beta, dan Omega dalam Hubungan: Dominan, Netral, atau Santai?

Jenis Pekerjaan Berdasarkan Warna Kerah

Selain biru dan putih, ternyata ada beberapa istilah lain yang membedakan kategori pekerjaan, sebagaimana dikutip dari Geography for You:

  • Red collar worker: Pekerja lapangan yang terpapar langsung sinar matahari, seperti petani.
  • Black collar worker: Identik dengan pekerja tambang batu bara atau minyak bumi.
  • Pink collar worker: Pekerjaan yang sering diasosiasikan dengan perempuan, misalnya sekretaris dan perawat.
  • Yellow collar worker: Pekerja kreatif, seperti fotografer dan sutradara.
  • Green collar worker: Profesi yang berkaitan dengan energi terbarukan, misalnya teknisi panel surya.
  • Gray collar worker: Pekerja yang tetap aktif setelah pensiun, contohnya teknisi senior atau polisi.

Sejarah Istilah di Indonesia

Di Indonesia, istilah kerah putih dan kerah biru sudah dikenal sejak zaman penjajahan Belanda. 

Pekerja kasar seperti kuli dan tukang disebut blue collar, sementara pegawai administrasi yang bekerja di kantor biasanya orang Belanda atau bangsawan disebut white collar.

Hingga kini, pembagian istilah ini masih relevan, meski pandangan masyarakat terhadap pekerjaan fisik mulai berubah seiring meningkatnya kebutuhan akan tenaga teknis yang terampil.

Baik pekerja blue collar maupun white collar, keduanya tetap berperan penting dalam roda perekonomian. 

Perbedaan yang ada lebih kepada jenis pekerjaan, cara pembayaran, serta tingkat pendidikan yang dibutuhkan.

Dengan memahami perbedaan ini, kamu bisa lebih bijak dalam melihat peluang karier, baik di bidang fisik maupun profesional.

( Tribunjogja.com / Bunga Kartikasari )

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved