6 Kumpulan Pantun Nasehat untuk Pecandu Judi Online
Pecandu judi online telah mengalami gangguan psikologis. Istilah dalam dunia media adalah pathological gambling (judi patologis).
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
TRIBUNJOGJA.COM - Dewasa ini, judi online semain marak.
Pemain judi online berasal dari berbagai kalangan.
Tua, muda, kaya, miskin semuanya terobsesi dengan judi online.
Berdasarkan catatan PPATK, sebanyak 571.410 rekening penerima bantuan sosial (bansos) terindikasi digunakan untuk menerima keuntungan dari judi online.
Keuntungan awal yang menggiurkan membuat pemain judi online terlena.
Padahal kenyataannya, sistem sudah diatur untuk selalu membuat pemain memenangkan taruhan di awal pengguna bergabung.
Jebakan ini yang membuat pemain percaya bahwa ia akan terus menang dan mendapatkan banyak keuntungan.
Pecandu judi online telah mengalami gangguan psikologis.
Istilah dalam dunia media adalah pathological gambling (judi patologis).
Penderitanya tidak mampu mengontrol dorongan untuk berjudi kembali meskipun ia telah sadar konsekuensi apa yang akan timbul.
Mereka bisa terus berjudi hingga hartanya habis atau bahkan hingga menumpuk hutang.
Pecandu judi selalu berambisi akan membalas kekalahan dengan terus bertaruh. Akibatnya interaksi pecandu dengan keluarga akan rusak.
Bukan tidak mungkin mereka akan ditinggalkan oleh keluarganya.
Oleh karena itu, nasihat yang ringan diperlukan agar sebelum terlalu terjerumus, mereka dapat segera sadar dan berhenti bertaruh.
Berikut 6 pantun nasehat tentang judi online.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Ilustrasi-Tampilan-layar-judi-online-slot.jpg)