Waspada Crab Mentality di Dunia Kerja, Fenomena Hambat Pertumbuhan Individu

Crab mentality adalah istilah yang diambil dari perilaku kepiting dalam ember. Di dalam ember, ketika satu kepiting berusaha keluar, kepiting lain

Penulis: Bunga Kartikasari | Editor: Bunga Kartikasari
vecteezy
Crab Mentality 

TRIBUNJOGJA.COM - Crab mentality adalah istilah yang diambil dari perilaku kepiting dalam ember.

Di dalam ember, ketika satu kepiting berusaha keluar, kepiting lain justru menariknya kembali ke bawah. 

Dalam konteks dunia kerja, crab mentality merujuk pada sikap iri, tidak mendukung, atau bahkan menjatuhkan rekan kerja agar tidak lebih sukses dari dirinya sendiri.

Fenomena ini sering muncul dalam bentuk komentar negatif, sabotase halus, hingga enggan memberi bantuan karena takut orang lain lebih unggul.


Mengapa Crab Mentality Bisa Terjadi?

Crab mentality bisa terjadi di dunia kerja karena ada beberapa faktor psikologis maupun lingkungan yang mendorong orang untuk bersikap negatif terhadap keberhasilan rekan kerjanya. 

Berikut penjelasannya:

1. Rasa Iri dan Persaingan Tidak Sehat

Di dunia kerja, pencapaian seringkali dihubungkan dengan promosi, kenaikan gaji, atau pengakuan dari atasan. Hal ini memicu sebagian orang merasa iri ketika rekan kerjanya mendapat kesempatan lebih baik.

Alih-alih termotivasi, mereka justru ingin menjatuhkan orang lain agar tidak kalah bersinar.

2. Budaya Kerja yang Kompetitif Berlebihan

Jika perusahaan terlalu menekankan persaingan dan hanya menilai individu berdasarkan pencapaian personal, maka karyawan cenderung menganggap rekan kerjanya sebagai lawan. 

Akibatnya, muncul mentalitas untuk saling tarik ke bawah, bukan saling mendukung.

3. Ketakutan Kehilangan Posisi atau Reputasi

Beberapa orang merasa keberhasilan rekan kerja bisa mengancam posisi atau status mereka di tim.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved