Terbentur Anggaran, Pembangunan TPST Pesisir Gunungkidul Terpaksa Ditunda
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gunungkidul Harry Sukmono mengatakan saat ini pemkab tidak memiliki anggaran untuk membiayai pembangunan
Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Yoseph Hary W
Laporan Reporter Tribun Jogja Nanda Sagita Ginting
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul terpaksa menunda pembangunan TPST Pesisir di Kalurahan Banjarejo, Kapanewon Tanjungsari.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gunungkidul Harry Sukmono mengatakan saat ini pemkab tidak memiliki anggaran untuk membiayai pembangunan tersebut.
"Kebutuhan anggaran untuk membangun TPST mencapai sekitar Rp50 miliaran," ujarnya pada Rabu (22/1/2025).
Ia menerangkan padahal proses pembebasan lahan sudah dilakukan pada tahun lalu, dengan luasannya mencapai 5 hektare.
"Tak hanya itu, kami juga telah melakukan kajian berkaitan dengan fasilitas pengolahan sampah ini. Meliputi, konsep hingga daya tampungnyanya," ungkap dia.
Agar TPST tetap dibangun, pihaknya pun mengupayakan dengan mengajukan permohonan bantuan dana ke pemerintah pusat.
Namun, karena satu dan dua hal pengajuan dana tersebut belum direstui.
"Sedangkan, untuk akses dana keistimewaan, Pemkab Gunungkidul sudah mendapatkan alokasi untuk membangun TPS 3R di Kalurahan Kemadang, Tanjungsari dan Kalurahan Tepus,pada 2023 lalu," terangnya.
Meski demikian, Hary memastikan penanganan sampah di Gunungkidul akan tetap dilakukan dengan maksimal
dengan memanfaatkan fasilitas maupun program yang telah ada.
“Tentu, kami tetap fokus untuk penanganan sampah sehingga tidak menjadi polemik di kemudian hari," ungkap dia.
Terpisah, anggota DPRD Gunungkidul, Ery Agustin Sudiyanti menyayangkan pembagunan TPST Pesisir harus ditunda karena terkendala anggaran.
Padahal, menurutnya, langkah ini sangat agar pengelolaan sampah bisa lebih dioptimalkan.
“Sayangnya belum bisa direalisasikan karena terkendala anggaran,” katanya
Meskipun begitu, diakuinya sejauh ini penanganan sampah oleh DLH Kabupaten Gunungkidul sudah berjalan baik.
Namun, yang perlu ditekankan dan ditingkatkan yakni upaya sosialisasi ke masyarakat akan kesadaran terkait dengan persoalan sampah masih dinilai kurang.
“Masih banyak pembuang sampah sembarangan seperti di hutan atau jalan yang jauh dari permukiman. Ini harus dilakukan edukasi karena tindakan tersebut tidak bisa dibenarkan,” urainya (ndg)
| Sultan Minta Pemkab Gunungkidul Kembangkan Kawasan Utara dan Timur, Jangan Fokus di Pesisir Selatan |
|
|---|
| Pesan Sri Sultan HB X saat Menghadiri Silaturahmi Idulfitri Bersama Masyarakat Gunungkidul |
|
|---|
| Kasus Kematian Akibat Leptospirosis di Gunungkidul Naik 500 Persen di Awal 2026 Ini |
|
|---|
| El Nino Mengancam, Kerentanan Lahan Pertanian di Gunungkidul Jadi Atensi Utama DIY |
|
|---|
| Lima Tambang Ilegal di Gunungkidul Ditutup Polisi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Kepala-Dinas-Lingkungan-Hidup-Gunungkidul-Harry-Sukmono.jpg)