Kenaikan PPN Membuat Pengeluaran Kelas Menengah Meningkat
Wakil Ketua Apindo DIY Timotius Apriyanto menyebut kenaikan PPN menjadi 12 persen sangat berdampak pada pola konsumsi kelas menengah
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) DIY, Timotius Apriyanto menyebut kenaikan PPN menjadi 12 persen sangat berdampak pada pola konsumsi kelas menengah.
Hal itu karena barang-barang yang dikenakan PPN juga dikonsumsi oleh kelas menengah.
“Karena pengeluaran mereka akan bertambah sekitar Rp300-450 ribu, tetapi gaji hanya nambah Rp140 ribu. Pendapatan harus keluar lebih banyak. Sehingga ini akan berdampak besar untuk kelas menengah,” katanya, Senin (23/12/2024).
Agar kelas menengah bertahan, pilihannya hanya menambah pendapatan dengan mencari pekerjaan sampingan atau mengurangi pengeluaran. Menurut dia, pekerja kelas menengah cenderung akan mengurangi pengeluaran.
Baca juga: Rencana Kenaikan PPN 12 Persen Belum Pengaruhi Harga Bapok di Gunungkidul
Penurunan konsumsi ini juga akan berdampak pada rantai pasok. Dampaknya pengusaha juga akan mengurangi produksi.
“Yang perlu dilakukan pemerintah adalah memberikan bantuan langsung tunai atau subsidi upah. Karena kelas menengah ini lebih mudah turun ke kelas bawah. Berbeda dengan kelas bawah yang relatif lebih tahan terhadap tekanan,” terangnya.
Dari sisi pengusaha, kenaikan PPN menjadi 12 persen membuat produk dalam negeri tidak bisa bersaing. Pasalnya masyarakat akan mencari barang substitusi yang lebih murah. Sehingga akan sangat berdampak pada industri, khususnya industri pengolahan.
“Tentu dampaknya yang lebih besar adalah ancaman PHK. Mestinya ada insentif bagi pengusaha untuk meningkatkan daya saing dan efektivitas. Mestinya pemerintah juga perlu melakukan mitigasi-mitigasi sosial seperti ini (PHK),” imbuhnya. (maw)
| Apindo DIY Sambut PP Pengupahan, Dorong Skema Win-Win bagi Buruh dan Pengusaha |
|
|---|
| Apindo DIY Sayangkan Molornya Regulasi Penetapan UMP dari Pemerintah, Terlalu Mepet |
|
|---|
| Kemampuan Pengusaha DIY untuk Menaikkan Upah 2026 Hanya di Rentang 5 - 6,5 Persen |
|
|---|
| Apindo DIY Dorong Pemerintah Berikan BSU Lagi pada Pekerja, Ini Alasannya |
|
|---|
| Menanti UMP DIY 2026 : Buruh Tuntut Kenaikan 50 Persen, Apindo Sebut Tak Realistis |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Kenaikan-PPN-Membuat-Pengeluaran-Kelas-Menengah-Meningkat.jpg)