Irigasi Perpompaan Jadi Harapan Baru Petani Sleman Hadapi Kekeringan
Irigasi Perpompaan dinilai menjadi satu di antara solusi penyediaan air bagi petani Sleman menghadapi kekeringan.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: ribut raharjo
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN-- Irigasi Perpompaan dinilai menjadi satu di antara solusi penyediaan air bagi petani Sleman menghadapi kekeringan.
Terutama hamparan lahan Sleman bagian barat yang menjadi lumbung pertanian Bumi Sembada.
Kelompok Tani Tiwir, Kalurahan Sendangsari, Moyudan misalnya, mereka gembira karena mendapat bantuan irigasi perpompaan yang diharapkan dapat menyuplai air irigasi untuk lahan seluas 25 hektare.
"Kelompok Tani Tiwir pada tahun ini mendapat bantuan kegiatan irigasi perpompaan. Mereka sangat senang dengan adanya bantuan irigasi perpompaan ini, karena menjadi solusi dari permasalahan yang selama ini menjadi beban pikiran," kata Plt. Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DP3) Sleman, Ir. Suparmono, Jumat (11/10/2024).
Petani di kelompok ini biasanya hanya menanam padi dua kali musim tanam setiap tahun. Sedangkan, satu musim lagi lahan dibiarkan bero karena minimnya ketersediaan air, apalagi di bulan Oktober ada perawatan rutin selokan Van Der Wicjk.
Sementara, tidak jauh dari lahan pertanian di Sendangsari sebenarnya ada air dalam jumlah melimpah. Yaitu dari aliran sungai Ngelo yang berada di sebelah barat lahan persawahan.
Aliran air sungai ini tetap lancar mengalir setiap tahun, tidak terpengaruh dengan selokan. Tetapi karena kondisi topografi dan jarak yang jauh, petani tidak bisa memanfaatkan aliran airnya.
"Istilahnya iso nyawang banyu mili ananging ora iso nduweni (hanya bisa melihat air mengalir, namun tidak bisa memiliki). Karena itu, tahun ini diberikan bantuan irigasi perpompaan," katanya.
Bantuan irigasi perpompaan diberikan dalam bentuk uang senilai Rp 112.800.000,- per paket yang langsung ditransfer ke rekening kelompok tani.
Anggaran tersebut untuk mewujudkan irigasi perpompaan. Digunakan untuk membuat bangunan bak penampung air, bangunan panel listrik dan pompa air lengkap dengan pipa-pipanya. Pekerjaan pembuatan irigasi dilakukan secara swakelola oleh kelompok tani penerima.
Saat ini, progres pembuatan irigasi perpompaan di Kelompok Tani Tiwir, Sumbersari, Moyudan sudah mencapai 97 persen dan tinggal finalisasi pemasangan pipa air ke bak penampung.
"Air yang dialirkan ke bak penampung dengan kapasitas 9000 liter ini diharapkan bisa mencukupi kebutuhan pertanaman padi hingga panen," harap Suparmono.
Lebih lanjut, mantan Kepala Dinas Pariwisata Sleman ini mengatakan, selama menunggu proses pembuatan irigasi perpompaan, para petani di Sumbersari ini telah mengolah tanah dengan memanfaatkan air saluran Van Der Wicjk sebelum dimatikan pada awal bulan lalu.
Targetnya hingga akhir minggu ini mampu menanam padi pada hamparan sawah seluas 25 Hektare.
"Nantinya, air dari irigasi perpompaan diharapkan mampu menyelamatkan pertanaman tanaman padi pada musim tanam yang ketiga ini," katanya.
| Jadwal Imsakiyah Jogja - Kabupaten Sleman 3 Ramadan 1447 H |
|
|---|
| Arif Priyosusanto: Tanamkan Sejak Dini Nilai-Nilai Keistimewaan DIY |
|
|---|
| Ngaglik, Satu Daerah di Kabupaten Sleman yang Bisa Menjadi Contoh Toleransi Akar Rumput |
|
|---|
| Hari Pertama Bedog Art Fest, 17 Oktober 2025: Ini Rundown dan Ragam Acaranya |
|
|---|
| UPN VY Gelar Pelatihan Kewirausahaan Berprespektif Gender bagi KWT di Sendangarum, Sleman |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/irigasi-perpompaan-sleman-ok.jpg)