Pemkab Sleman Mitigasi Dampak Pengeringan Selokan Mataram dan Van Der Wicjk
Saluran Mataram dan Van Der Wicjk berencana dikeringkan untuk sementara waktu, dimulai bulan Oktober mendatang.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJIGJA.COM, SLEMAN - Saluran Mataram dan Van Der Wicjk berencana dikeringkan untuk sementara waktu, dimulai bulan Oktober mendatang.
Pengeringan dua saluran irigasi yang menjadi andalan petani dan pembudidaya ikan ini berpotensi menimbulkan dampak signifikan, terutama di Kabupaten Sleman. Sebab itu, langkah mitigasi dilakukan untuk meminimalisir dampak yang ditimbulkan.
Sekretaris Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DP3) Sleman, Rofiq Andiyanto mengatakan perkiraan awal dampak pengeringan dua saluran irigasi tersebut berdampak terhadap seribuan lahan pertanian di Sleman.
Dampaknya juga dirasakan budidaya kolam perikanan, namun angka pastinya belum dihitung. Karena itu, pihaknya berupaya komunikasi dan mensosialisasikan rencana pengeringan tersebut kepada kelompok pengguna air agar tidak terjadi gejolak.
"Selama ini kami sudah sosialisasikan kepada petani untuk bisa mengatur tata waktu tanam, menyesuaikan dengan kondisi pengeringan selokan Mataram maupun Van Der Wicjk sehingga pada saat tanam, disesuaikan," kata dia, Sabtu (21/9/2024).
Menurut dia, pengeringan Selokan Mataram dan Van Der Wicjk sudah dikomunikasikan sejak jauh hari. Sehingga petani yang mengandalkan pasokan aliran air dari dua saluran irigasi tersebut diharap menyesuaikan jenis tanaman.
Di samping itu, juga mengatur waktu tanamnya sehingga meskipun tidak ada air tetap bisa panen.
Jika ketika dikeringkan belum panen, maka bisa diupayakan menarik sumber air dari sumur bor. Begitu juga dengan budidaya ikan diharapkan memilih benih ikan yang hemat air.
"Jangan tebar ikan yang bersisik, tapi pilih yang seperti lele, sehingga relatif bisa bertahan meksipun airnya sedikit. Jadi mitigasi tetap kami lakukan, bukan hanya pada infrastruktur sarana tapi juga menajemen waktu," kata dia.
Lebih lanjut, Rofiq mengatakan, Bupati Sleman pernah berkirim surat ke Kementerian PUPR, agar saat pengeringan selokan untuk pemeliharaan dan membangun infrastruktur tidak di musim kemarau.
Baca juga: Rencana Pematian Selokan Mataram, Ratusan Hektar Lahan di Kalasan Berpotensi Terdampak
Selain itu, pekerjaan juga diharapkan dipersingkat dengan teknologi yang ada, sehingga pengeringan tidak begitu lama. Komunikasi juga dibutuhkan sehingga para petani dapat menyikapi pengeringan selokan dengan lebih baik.
"Kemudian pertanyaan bagi yang puso atau gagal panen bagaimana, kami membantu insentif benih padi maupun cabe," kata dia.
Terpisah, Panewu Minggir Djoko Muljanto mengatakan, berdasarkan informasi yang diterima dari UPTD B4 Minggir - Moyudan, pengeringan saluran Van Der Wicjk di wilayahnya berpotensi berdampak pada 1.119 hektar lahan pertanian.
Dari jumlah tersebut, yang berpotensi bero sekitar 100 hektar dan mayoritas adalah tanaman padi. Adapun untuk kolam ikan berdampak hektare yang ada di 30 kelompok petani ikan se- kapanewon Minggir.
"Itu potensi. Kalau yang ada sumur dangkal bisa sedikit berkurang dampaknya, atau pilih ikan yang tahan genangan, kurang air," kata dia.
| SDN Nglarang Sleman Bakal Direlokasi Karena Terdampak Proyek Tol, Lahan Pengganti Mulai Disiapkan |
|
|---|
| Alasan Bupati Sleman Akhirnya Ikuti Arahan Pemerintah Pusat Terkait WFH ASN |
|
|---|
| DLH Bantul Siap Evakuasi Sampah Kiriman di Aliran Sungai Winongo |
|
|---|
| Naik Rp 12 Ribu Per Suara, Dana Hibah Parpol Sleman Tembus Rp 8 Miliar |
|
|---|
| Sleman Cari Formulasi Amankan Nasib Ribuan PPPK |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Kering-Selokan-Mataram-di-samping-pembangunan-jalan-tol.jpg)