Berita Otomotif Terkini

Triumph T5 dan Inovasi Spring Wheels, Stabilitas Berkendara di Era Motor Klasik

Motor ini berhasil merevolusi industri motor pada masanya dan hingga kini masih menjadi incaran para kolektor.

Penulis: Santo Ari | Editor: Gaya Lufityanti
istimewa / Alandika
Penampilan Triumph t5 yang telah direstorasi 

TRIBUNJOGJA.COM - Triumph T5 adalah salah satu ikon motor klasik yang memiliki tempat khusus di hati para pecinta motor di seluruh dunia.

Keluar di tahun 1950-an sampai 1960-an, motor ini dikenal dengan desainnya yang timeless dan performa mesinnya yang handal.

Motor ini berhasil merevolusi industri motor pada masanya dan hingga kini masih menjadi incaran para kolektor.

Mesin speed twin 500cc yang dibenamkan pada Triumph T5 menghasilkan tenaga yang cukup untuk penggunaan sehari-hari maupun turing jarak jauh.

Desainnya yang klasik dan elegan. Garis-garisnya yang sederhana namun menawan membuat motor ini tetap terlihat menarik hingga saat ini.

Suspensi yang empuk dan posisi berkendara yang ergonomis membuat Triumph T5 sangat nyaman dikendarai, baik di jalanan kota maupun di jalanan yang berkelok-kelok.

Karena produksinya telah lama dihentikan, Triumph T5 kini menjadi incaran para kolektor motor klasik.

Namun tak sedikit pula yang harus melakukan restorasi untuk menghidupkan kembali motor klasik ini.

Seperti Frederick dari Christoph Cycle yang mengungkapkan, pertama kali motor ini datang ke bengkelnya dengan kondisi yang kurang sehat, mulai dari engine, body dan beberapa part lain perlu perombakan.

“Pada akhirnya hampir 80 persen kita restorasi. Bekas crack kita benerin, engine dan gearbox kita full restorasi, setelah itu kami painting dam dari ownernya minta hitam sekali motornya, dikomposisi ada beberapa part yang di-chrome,” ungkapnya.

Pria yang akrab disapa Erik ini mengungkapkan, pengerjaan motor ini lumayan cukup lama, sekitar 6 bulan. Pasalnya cukup banyak part yang harus dibuat atau dibeli.  

“Karena memang bahannya susah di cari, istilahnya kita mempertahankan inci kembali ke inci,” tuturnya.

Menurutnya kendala terberat adalah menyetel roda belakang.

Pasalnya ia tidak menemukan tukang stel ruji yang cukup mumpuni untuk menyetel ruji belakang motor ini.

Pada akhirnya, semua pun dikerjakan sendiri, namun tetap dengan dikontrol dan dibimbing oleh tukang ruji.  

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved