BPS Catat Tren Penurunan Impor DIY pada April 2015-2024
Penurunan ekspor pada April 2024 tidak hanya terjadi di DIY, namun juga terjadi secara nasional.
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Nilai ekspor DIY pada Mei 2024 mencapai 43,43 juta US$, meningkat 26,47 persen dibanding April 2024.
Nilai ekspor Mei 2024 menjadi nilai ekspor tertinggi DIY sejak Januari 2024.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY, Syam Arjayanti, mengatakan ekspor pada April 2024 memang mengalami penurunan 20,66 persen, dibandingkan Maret 2024.
Penurunan ekspor pada April 2024 tidak hanya terjadi di DIY, namun juga secara nasional.
“Jika dilihat dari data BPS tahun 2015-2024 tren nilai ekspor DIY bulan April memang mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya. Penyumbang penurunan ekspor DIY terjadi pada komoditi pakaian jadi bukan rajutan sebagai komoditi utama ekspor DIY sebesar 4,73 juta US$,” katanya.
“Pada april tahun sebelumnya (2023), pakaian jadi juga menjadi penyumbang terbesar penurunan ekspor DIY,” sambungnya.
Baca juga: Impor Mei Naik, Disperindag DIY Berharap Bisa Ikut Dongkrak Ekspor Bulan Berikutnya
Ia menyebut penurunan ekspor pada pakaian jadi bukan rajutan karena permintaan yang menurun, akibat masih adanya stok barang dari bulan sebelumnya.
Syam optimis ekspor produk tekstil DIY akan tetap ekbis. Namun ekosistem ekspor harus terjaga dengan baik.
“Salah satunya adalah adanya kebijakan yang mendukung untuk keberlanjutan kegiatan industri dan perdagangan seperti kebijakan terkait pajak, perizinan berusaha, perizinan impor yang mendukung bahan baku, dan sebagainya,” terangnya.
Menurut rilis BPS DIY, impor DIY mengalami kenaikan 14,67 persen dibandingkan April 2024.
Syam berharap kenaikan impor bahan baku dapat mendongkrak ekspor DIY pada bulan-bulan berikutnya.
“Impor DIY berasal dari Tiongkok, Hongkong, dan Amerika Serikat. Mayoritas bahan baku. Harapannya dengan kenaikan impor bahan baku akan meningkatkan ekspor pada bulan-bulan berikutnya,” ungkapnya. (*)
| Mencari Alternatif Impor Bahan Baku Plastik di Luar Timur Tengah: Tantangan di Depan Mata |
|
|---|
| Harga Plastik Melonjak, Disperindag DIY Dorong UMKM Beralih ke Kemasan Ramah Lingkungan |
|
|---|
| Fluktuasi Harga BBM Penyumbang Utama Inflasi DIY Pasca Momen Ramadan dan Idulfitri 1447 H |
|
|---|
| Selama Ini Dikira Lokal! 5 Brand Rumah Tangga Ini Ternyata Hasil Produk Impor |
|
|---|
| Perkuat Daya Saing IKM di Pasar Ritel, Disperindag DIY Gelar Pameran Kerajinan Jogja 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-yogyakarta_20180911_145553.jpg)