Pendidikan

Kantongi Izin Kemendikbud, STIKES Jogja Resmi Dibuka di Bantul

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Jogja di bawah naungan Yayasan Bakti Mulia Wisesa, resmi berdiri di Kabupaten Bantul.

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Ari Nugroho
Istimewa
Ketua Yayasan Bakti Mulia Wisesa, Slamet Raharjo, menerima salinan keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tentang pendirian STIKES Jogja, dari Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah V, di kampus setempat, Bantul, Rabu (3/6/20). 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Jogja di bawah naungan Yayasan Bakti Mulia Wisesa, resmi berdiri di Kabupaten Bantul.

Hal tersebut ditandai dengan penyerahan salinan keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, di kampus setempat, Rabu (3/6/2020).

Ketua Yayasan Bakti Mulia Wisesa, Slamet Raharjo berujar, inisiatif mendirikan STIKES Jogja ini berawal dari keinginan para siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.

Sebab, pihaknya sudah memiliki SMK Kesehatan dengan beberapa prodi seperti keperawatan, farmasi, hingga laboratorium medik.

Kedisiplinan Melaksanakan Protokol Kesehatan Kunci Memutus Rantai Penularan Covid-19

"Jadi, ini sejalan ya. Apalagi, banyak siswa kami yang ingin melanjutkan studinya, sehingga kami pun berinisiatif untuk mewadahi," katanya, selepas agenda serah terima yang juga dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Bantul, Agus Budi Raharja, dan Ketua Tim Penggerak PKK, Erna Suharsono.

Ia menjelaskan, STIKES Jogja kini mulai membuka program Strata 1 (S1) untuk jurusan farmasi, yang lokasinya dipilih satu komplek dengan SMK Kesehatan.

Memasuki tahun ajaran pertama pada 2020 ini, pihaknya menargetkan setidaknya bisa menjaring 40 anak didik sekaligus.

"Tahun ini kita mulai menerima siswa baru ya, sudah kami sosalisasikan ke alumni SMK dan SMA. Kita telah mendapat akreditasi, karena seusai izin keluar akreditasinya langsung muncul. Kami dinilai sudah memenuhi Standar Nasional Pendidikan (SNP)," jelasnya.

Walau begitu, ia pun mengakui, sampai sejauh ini, akreditasi yang dikantongi STIKES Jogja masih minimal.

Tetapi, sekitar satu tahun setelah pembukaan, dirinya siap mengupayakan peningkatan akreditasi.

Sehingga, sebelum siswa-siswi angkatan pertama lulus, akreditasi sudah terkerek.

Layanan Uji KIR Kendaraan di Yogyakarta Mulai Beroperasi dan Terapkan Protokol Kesehatan.

"Memang, akreditasi kami masih minimal. Makanya, satu tahun setelah pembukaan ini, kami akan mengajukan naik akreditasi ya. Tergetnya, sebelum kelulusan, atau empat tahun, kita bisa mencapai akreditasi B," jelasnya.

Slamet pun tidak menampik, dibutuhkan proses panjang hingga akhirnya menerima keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tentang pendirian STIKES Jogja.

Dirinya mengungkapkan, upaya tersebut mulai dirintis sejak kisaran lima tahun silam, atau dimulai 2015 lalu.

"Alhamdullilah, izin dari kementerian akhinya turun pada penghujung tahun 2019, sehingga bisa langsung membuka pendaftaran pada tahun ajaran ini," ungkapnya.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved