Bantul

Batik Kibasan Sabut Kelapa dari Bantul Pakai Bahan Pewarna Alami

Batik kibasan sabut kelapa karya Sumarni Alisha Aprilia juga mengedepankan keramahan lingkungan

Tayang:
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Sumarni Alisha Aprilisa sedang menggoreskan kuas sabut kelapa pada kain batik di rumahnya desa Singosaren, Banguntapan, Bantul. 

Laporan Reporter Tribun Jogja Ahmad Syarifudin

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Selain inovasi baru dalam dunia membatik.

Batik kibasan sabut kelapa karya Sumarni Alisha Aprilia juga mengedepankan keramahan lingkungan

Keramahan itu dibuktikan dengan memakai pewarna dari bahan-bahan alami.

"Untuk pewarnaan saya lebih suka pakai bahan pewarna alami. Tujuannya supaya tetap melestarikan budaya dan tetap ramah juga terhadap lingkungan," kata Arni, panggilan akrab Sumarni Alisha Aprilia, penggagas batik Kibasan Sabut Kelapa saat ditemui di rumahnya di Desa Singosaren, Banguntapan, Bantu, Jumat (14/12/2018)

Warna-warni alami dari batik kibasan sabut kelapa, kata Arni dihasilkan dari berbagai jenis bahan kayu.

Antara lain warna coklat dari kayu Tini, warna hijau vintage dari Jalawe, warna merah dari kayu Secang, warna kuning dari kayu Mahoni.

Baca: Kibasan Sabut Kelapa, Inovasi Baru dari Bantul dalam Dunia Batik

Ada juga warna kuning kehijauan sedikit pekat memakai Kayu Jember dan warna merah sedikit kecoklatan dihasilkan dari kayu Jati.

"Perpaduan warna-warni alami ini juga bisa dikreasikan dan dibuat sendiri sesuai selera. Tergantung takaran pengunci warnanya," kata Arni.

Adapun pengunci warna yang biasa digunakan di antaranya Tawas, Kapur dan Tunjung.

Semua bahan ini digunakan untuk pewarnaan Kibasan batik sabut kelapa.

Batik kibasan sabut kelapa merupakan inovasi membatik yang cukup unik.

Seperti namanya, membuat Batik jenis ini memakai sabut kelapa sebagai media pengganti canting ketika menggoreskan lilin pada kain.

Teknik yang dipopulerkan oleh Sumarni Alisha Aprilisa ini terbilang cukup baru dan belum banyak yang tahu.

Teknik membatik dengan kibasan sabut kelapa ini baru dikembangkan pada tahun 2014 silam.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved