Penginapan di Sekitar Pantai Indrayanti Kurang Ramai
Jumlah kendaraan roda empat yang terparkir di sekitaran penginapan pun terbilang tidak begitu banyak.
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Sejumlah penginapan yang berada di sekitaran Pantai Indrayanti, Gunungkidul nampak kurang begitu ramai di hari keempat pasca lebaran ini.
Suasana lengang nampak di beberapa penginapan, jumlah kendaraan roda empat yang terparkir di sekitaran penginapan pun terbilang tidak begitu banyak.
Lengangnya suasana di salah satu penginapan dibenarkan oleh Ratmi (32), salah seorang pengelola penginapan Bambu Lengkung, ia mengatakan, dibandingkan dengan tahun lalu jumlah wisatawan yang menginap di tempatnya saat ini agak berkurang.
Penginapan yang dikelolanya tersebut sempat mengalami tidak ada kamar kosong hanya beberapa hari saja.
"Masih ramai tahun lalu dibandingkan tahun ini, kalau kamar full hanya berlangsung selama tiga hari yaitu, tanggal 25, 26, dan 27 Juni 2017. Kemarin (28/6/2017), 15 kamar sempat terisi, namun untuk hari ini hanya 9 kamar saja. Padahal tahun lalu selama musim libur lebaran full semua," katanya saat ditemui di oenginapan Bambu Lengkung kemarin, (29/6/2017).
Menurutnya, untuk tahun lalu, mulai satu bulan sebelum lebaran, pihaknya sudah banyak menerima pesanan kamar dari wisatawan yang hendak berkunjung ke Pantai Indrayanti.
Namun, untuk tahun ini bisa dihitung dengan jari wisatawan yang hendak memesan kamar sebelum lebaran.
"Kalau tahun lalu itu, satu bulan sebelum lebaran sudah pada booking, tahun ini hanya satu, dua kamar yang dibooking dari jauh-jauh hari. Rata-rata wisatawan yang mau menginap langsung datang semua," ucapnya.
Lanjutnya, pihaknya memperikaran kurangnya wisatawan yang hendak menginap di sekitar Pantai Indrayanti karena musim libur yang panjang dan bersamaan dengan musim ajaran baru.
Mengenai tarip yang diberlakukan, pihaknya tidak melakukan peningkatan harga dan masih sama dengan tahun lalu.
"Sepinya wisatawan yang menginap ini mungkin karena berbarengan dengan musim masuk sekolah dan liburannya juga panjang. Jadi, mungkin dana untuk lebaran terpotong untuk memasukkan sekolah baru anak-anak. Tarip permalam tidak naik tetap Rp.400 ribu untuk yang pakai kipas dan Rp.500 ribu sudah pakai AC, kalau untuk tarip tidak berpengaruh karena tahun lalu juga segitu dan kamar full," jelasnya.
Hal berbeda dialami oleh Penginapan Walet, Hartono (44) menuturkan, untuk jumlah wisatawan yang menginap di penginapan yang dikelolanya masih sama dengan tahun lalu.
Namun untuk wisatawan yang memesan jauh-jauh hari memang mengalami penurunan dibanding tahun lalu.
"Untuk yang menginap, rata-rata kamar penuh selama libur lebaran ini, kebanyakan wisatawan dari Bandung dan Jakarta. Ini tadi dari 16 kamar, 15 kamar sudah terisi, nanti malam biasanya sudah full. Untuk yang booking dari kemarin-kemarin memang turun sekitar 30%, penurunan mungkin karena banyak pantai baru dan ada penginapannya juga. Kebanyakan wisatawan yang mau menginap datang langsung," tuturnya.
Ia menambahkan, mengenai masih ramainya pengunjung yang menginap di penginapan yang dikelolanya, dikarenakan lokasi tempat penginapan yang mungkin strategis.
Harga yang dipatok untum menginap semalam di penginapan yang dikelolanya juga masih sama dengan tahun lalu.
"Tarif tidak berpengaruh, masih Rp. 500 ribu permalamnya, yang penting pelayanan dan menjaga kenyamanan tamu. Mungkin karena dekat dengan bibir pantai jadi tidak begitu menurun jumlah wisatawan yang menginap disini," tutupnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/suasana-lengang-di-salah-satu-penginapan-yang-berada-di-kawasan-pantai-indrayanti_20170630_093631.jpg)