Lembaga Bimbel Mulai Menyesuaikan SNMPTN
Kebijakan dihapuskannya UM UGM 2011, program bimbingan intensif UM UGM di lembaga bimbingan belajar pun dialihkan
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kebijakan dihapuskannya UM UGM 2011, program bimbingan intensif UM UGM di lembaga bimbingan belajar pun dialihkan. Lembaga bimbingan belajar kini fokus mengalihkan siswanya untuk jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN).
Lembaga Ganesha Operation (GO) telah menghapus program sukses ujian mandiri UM UGM. Lembaga yang berpusat di Bandung, Jawa Barat ini mengalihkan siswa program tersebut pada program Super Intensif SNMPTN.
"Kita memberikan gambaran pada siswa tentang perbedaan mendasar antara UM UGM dan SNMPTN," ujar kepala cabang GO Yogyakarta, Nora Laksmi, Selasa (25/1/2011).
Program sukses ujian mandiri UM UGM GO mulai diluncurkan pertengahan Oktober 2010. Program tersebut sempat berjalan kurang lebih dua bulan.
"Untuk Jogja kita telah buka 12 kelas untuk program itu (sukses UM UGM, red), kini semua sudah kami alihkan," tutur Nora saat ditemui di kantornya, jalan Abu Bakar Ali, Kotabaru, Yogyakarta.
Nora menambahkan pihaknya juga merubah kurikulum untuk siswa yang akan mengikuti SNMPTN 2011. Ia mengakui adanya perbedaan yang cukup signifikan antara karakter soal pada UM UGM dengan SNMPTN.
"Kalau ujian mandiri, ciri khasnya adalah soal MIPA terpadu dan tes potensi akademik, sementara SNMPTN lebih ke arah pemahaman mendalam," kata wanita berambut sebahu ini.
Hal serupa juga terjadi di lembaga pendidikan Primagama. Lembaga ini kini akan memfokuskan siswanya pada Program Intensif Khusus Sukses (PIKSE) SNMPTN. Sebelumnya, Primagama juga memiliki Program Intensif Khusus UM UGM (PIKUM).
Koordinator Primagama kota Yogyakarta, Johan Handoko mengatakan pihaknya juga telah mempersiapkan langkah alternatif untuk mendampingi para siswa.
"PIKUM kemarin sempat berjalan satu bulan, sekarang para siswa kami dampingi untuk persiapan Ujian Nasional dan SNMPTN," terang Johan.
Ditambahkan, untuk PIKUM dan PIKSE SNMPTN biayanya sama. Jadi siswa tidak akan merasa dirugikan ataupun kecewa karena PIKUM dihapus dan dialihkan pada PIKSE SNMPTN.
"Kami terus mengembangkan smart solution pada siswa, jadi walaupun ada perbedaan ciri khas soal UM UGM dan SNMPTN, kami harap siswa tetap dapat memecahkan segala jenis soal," tambah Johan. (*)