Berita Klaten
Mengenal Bakteri Bacillus Cereus dan E Coli Penyebab Keracunan MBG Klaten
Berita terbaru hari ini dari Klaten. Peristiwa keracunan makanan bergizi gratis di SMP Wedi Klaten. Hasilnya sudah keluar mengandung bakteri.
Penulis: Dewi Rukmini | Editor: Iwan Al Khasni
Klaten Tribunjogja.com -- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Klaten telah menerima hasil laboratorium atas sampel makanan yang diduga menyebabkan puluhan siswa di Kecamatan Wedi mengalami keracunan setelah menyantap menu bergizi gratis (MBG).
Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh Balai Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) Yogyakarta, ditemukan bahwa dua dari lima sampel makanan—yakni nasi dan sayur sop positif terkontaminasi bakteri berbahaya.
“Untuk nasi ditemukan bakteri Bacillus cereus, dan sayur sop mengandung Escherichia coli (E. coli). Bahkan air di lokasi SPPG Sembung juga menunjukkan kadar E. coli yang tinggi,” ungkap Kepala Dinkes Klaten, Anggit Budiarto, Rabu (15/10/2025).
Mengenal Bakteri Bacillus cereus dan E. coli
Menurut Kementerian Kesehatan berikut penjelasan mengenai dua bakteri di atas:
Bacillus Cereus
Bacillus cereus Bakteri Gram-positif yang umum ditemukan di tanah dan makanan. Bakteri ini dapat menghasilkan toksin yang menyebabkan dua jenis keracunan makanan: tipe muntah dan tipe diare.
Kontaminasi biasanya terjadi pada makanan seperti nasi yang disimpan terlalu lama pada suhu ruang.
Bakteri ini mampu membentuk endospora yang tahan panas, sehingga tetap aktif meski makanan telah dimasak.
Escherichia coli (E. coli)
E. coli adalah bakteri Gram-negatif yang secara alami hidup di usus manusia dan hewan. Sebagian besar strain E. coli tidak berbahaya, namun beberapa seperti E. coli O157:H7 dapat menyebabkan diare berdarah dan gangguan ginjal.
Kontaminasi biasanya berasal dari air atau makanan yang tidak higienis.
E. coli dapat mati dengan pemanasan yang cukup, namun jika ditemukan dalam makanan matang, kemungkinan besar terjadi kontaminasi saat penyimpanan atau pengantaran.
Dugaan Awal Keracunan
Awalnya, kecurigaan keracunan mengarah pada ayam tepung krispi yang mengeluarkan bau menyengat.
Namun, hasil laboratorium menunjukkan bahwa ayam tersebut aman dan tidak mengandung bakteri berlebihan.
“Temuan ini menunjukkan bahwa ada kondisi yang memungkinkan bakteri tumbuh subur, kemungkinan besar saat penyimpanan atau pengantaran makanan."
"Jika proses dari selesai masak hingga dikonsumsi terlalu lama, risiko kontaminasi meningkat,” jelas Anggit. (drm)
• Dapur MBG di Sanden Kota Magelang Berdekatan dengan Depo Sampah
Baca dan Ikuti Berita Tribunjogja.com.com di GOOGLE NEWS
| Kabar Duka: Wabup Klaten Benny Ardhianto Tutup Usia di Umur 33 Tahun, Lulusan UGM |
|
|---|
| Operasi Pekat 2025 di Klaten, Kasus Tipiring Miras Naik Jadi 220 Perkara |
|
|---|
| Jabatan Irban di Klaten Resmi Berganti Nama, Fokus Bidang Lebih Spesifik |
|
|---|
| Kasus DBD di Klaten Turun Drastis, Leptospirosis Jadi PR Baru |
|
|---|
| PKK dan DWP Klaten Galang Donasi Rp139 Juta untuk Korban Bencana Sumatera |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/e-coli_1108_20160811_213853.jpg)