Berita Klaten

Rencana Gerakan Pangan Murah Klaten Sasar Karyawan Pabrik

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Klaten akan menggelar gerakan pangan murah (GPM) dalam waktu dekat. 

Penulis: Dewi Rukmini | Editor: Iwan Al Khasni
Dok Tribunjogja.com
Gerakan Pangan Murah 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Dewi Rukmini

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Klaten akan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) dalam waktu dekat. 

Gerakan Pangan Murah itu dilakukan untuk menghadirkan sejumlah bahan pokok dengan harga terjangkau di bawah harga pasar kepada masyarakat. 

Berbeda dengan biasanya, Gerakan Pangan Murah mendatang akan menyasar karyawan-karyawan pabrik di Kabupaten Klaten

Sehingga lokasi GPM bakal dilaksanakan di pabrik.

"Gerakan pangan murah nanti dalam waktu dekat, mungkin minggu ini atau pekan depan rencananya di lokasi pabrik. Nanti akan bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah."

"Kemarin saya sudah matur (sampaikan) Pak Bupati, untuk pelaksanaannya nunggu info selanjutnya," ungkap Kepala DKPP Klaten, Iwan Kurniawan, kepada Tribun Jogja, Selasa (9/9/2025). 

Pemilihan pabrik sebagai lokasi Gerakan Pangan Murah itu baru pertama kali muncul di Kabupaten Klaten. 

Kepala DKPP Klaten, Iwan Kurniawan, saat ditemui di Desa Kemalang, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Selasa (9/9/2025).
Kepala DKPP Klaten, Iwan Kurniawan, saat ditemui di Desa Kemalang, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Selasa (9/9/2025). (Tribunjogja.com/Dewi Rukmini)

Iwan menjelaskan, inovasi itu muncul karena banyak karyawan pabrik yang juga seorang ibu rumah tangga. 

Harapannya, dinas ingin memastikan karyawan pabrik juga bisa mengakses bahan pokok dengan harga terjangkau. 

"Setidaknya kami bisa membantu karyawan pabrik yang juga ibu rumah tangga dan masyarakat untuk membeli kebutuhan pokok dengan harga di bawah harga pasar. Di Klaten memang belum pernah (GPM di pabrik), jadi semoga bisa membantu," paparnya. 

Kendati demikian tidak semua pabrik akan menjadi sasaran gerakan pangan murah. 

Pihaknya menyebut ada sejumlah syarat yang akan menjadi pedoman untuk menentukan lokasi pabrik. 

Di antaranya, pabrik itu jauh dari pasar, tidak berada di daerah sentral beras dan banyak karyawan ibu rumah tangga. 

"Saat ini baru kami data. Ide itu juga muncul karena saat ini ada beberapa perusahaan yang PHK karyawan. Terus mungkin juga banyak karyawan baru yang masuk. Harapannya semoga membantu," tandasnya. (drm)

Baca juga: SMA Negeri Kemalang Klaten Mulai Dibangun Pakai Dana APBD Rp4,98 Miliar

Baca juga: Tunjangan Perumahan 2025 Anggota DPRD Klaten Malah Turun

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved