7 Pewarna Makanan Alami: Aman dan Mudah Didapat di Dapur

Tampilan makanan sering kali jadi daya tarik pertama sebelum seseorang mencicipinya.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Hari Susmayanti
pinterest.com
pewarna makanan alami 

TRIBUNJOGJA.COM - Tampilan makanan sering kali jadi daya tarik pertama sebelum seseorang mencicipinya.

Tidak heran jika banyak orang menambahkan pewarna makanan agar hidangan terlihat lebih menggoda.

Namun, penggunaan pewarna sintetis kadang menimbulkan kekhawatiran, terutama soal efek jangka panjang bagi kesehatan.

Sebagai alternatif, pewarna makanan alami hadir dengan kelebihan selain aman, warnanya tetap menarik, dan beberapa di antaranya bahkan menambah aroma serta kandungan gizi.

Di dapur rumah, sebenarnya banyak bahan alami yang bisa dijadikan pewarna tanpa perlu membeli produk instan.

Dari rempah, sayuran, hingga bunga, semuanya bisa diolah menjadi ekstrak pewarna yang sehat.

1.     Kunyit (Kuning)

Kunyit adalah bahan dapur yang hampir selalu ada di rumah orang Indonesia.

Warna kuning cerahnya sering dipakai dalam nasi kuning, opor, atau gulai.

Dengan menggunakan kunyit, Tribunners bukan hanya mempercantik hidangan, tapi juga menambah manfaat kesehatan.

2.     Daun Suji (Hijau)

Daun ini menghasilkan hijau pekat alami tanpa aroma.

Cara mengolahnya cukup mudah: daun suji dihancurkan atau diblender dengan sedikit air, lalu disaring untuk mendapatkan ekstraknya.

Makanan seperti klepon, kue lapis, atau dadar gulung, kemungkinan besar warna hijaunya berasal dari daun suji.

3.     Daun Pandan (Hijau)

Berbeda dengan daun suji, pandan tidak hanya menghasilkan warna hijau alami, tetapi juga memberikan aroma harum yang khas.

Pandan cocok digunakan untuk kue-kue basah, agar-agar, hingga minuman tradisional.

Selain mempercantik tampilan, daun pandan juga dipercaya memiliki efek menenangkan.

4.     Bunga Telang (Biru atau Ungu)

Bunga telang belakangan menjadi tren karena warnanya yang cantik dan unik.

Dari bunga kecil berwarna biru ini, Tribunners bisa mendapatkan pewarna alami yang menghasilkan warna biru cerah.

Menariknya, warna biru bisa berubah menjadi ungu jika ditambahkan perasan jeruk nipis.

5.     Wortel (Orange)

Wortel bisa menjadi pilihan alami untuk memberi warna orange yang segar pada makanan.

Tribunners bisa memblender wortel dengan sedikit air lalu mengambil sarinya.

Warna oranye dari wortel yang bermanfaat untuk kesehatan mata dan sistem imun.

Wotel cocok untuk pewarna makanan seperti sup, puding, atau kue kukus.

6.     Kopi (Cokelat)

Untuk makanan dengan nuansa cokelat alami, kopi adalah pilihan terbaik.

Kopi sering digunakan dalam es krim atau minuman, sementara bubuk cokelat banyak dipakai dalam cake, brownies, hingga puding.

Menggunakan pewarna makanan alami bukan hanya tren sehat, tapi juga langkah bijak untuk menjaga tubuh tetap aman dari zat sintetis.  

Dengan sedikit kreativitas, makananmu tidak hanya tampil cantik dan menggugah selera, tetapi juga membawa manfaat tambahan.

Jadi, mulai sekarang, yuk beralih ke pewarna makanan alami untuk menciptakan hidangan yang sehat, aman, dan tetap penuh warna. (MG Kartika Larasati)

 

 

 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved