Campak Merebak di Jawa Timur: Ini Gejala, Penyebab, dan Cara Pencegahannya
Kasus campak meningkat di Jawa Timur. Kenali gejala, penyebab, komplikasi, dan cara pencegahannya agar lebih waspada.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
Ruam ini biasanya berlangsung 5–7 hari.
Baca juga: Teka-teki Kematian Diplomat Arya Daru Diselimuti Misteri, Amplop Cokelat Berisi Simbol Jadi Sorotan
Siapa yang Rentan Terinfeksi?
Meskipun bisa menyerang siapa saja, ada beberapa kelompok yang lebih berisiko terkena campak, antara lain:
- Bayi yang belum cukup umur untuk menerima vaksin campak
- Anak-anak atau orang dewasa yang belum mendapatkan vaksinasi campak/MMR secara lengkap
- Orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah, misalnya penderita HIV/AIDS atau kanker
- Mereka yang tinggal atau merawat orang yang terinfeksi campak
- Ibu hamil, karena campak bisa meningkatkan risiko kelahiran prematur atau keguguran
Dampak Komplikasi Campak
Pada sebagian orang, campak bisa sembuh dengan sendirinya.
Namun, bila tidak ditangani dengan baik, penyakit ini bisa menimbulkan komplikasi serius, seperti infeksi telinga (dapat menyebabkan tuli), Pneumonia.
Kemudian dapat juga dehidrasi akibat diare dan muntah, peradangan otak (ensefalitis), radang pita suara (laringitis), kebutaan, hingga kematian terutama pada balita dan penderita dengan daya tahan tubuh lemah
Cara Mengatasi dan Meredakan Gejala Campak
Hingga kini, tidak ada obat khusus untuk campak.
Pengobatan yang diberikan biasanya bertujuan meredakan gejala, antara lain:
- Banyak minum air putih agar tidak dehidrasi
- Minum obat pereda demam seperti paracetamol (hindari aspirin untuk anak)
- Istirahat cukup
- Konsumsi makanan bergizi yang mudah ditelan
- Minum obat batuk sesuai saran dokter
- Memberikan vitamin A untuk memperkuat daya tahan tubuh
Jika gejala disertai demam tinggi lebih dari 39°C, sesak napas, linglung, atau kejang, segera cari pertolongan medis.
Hal yang sama juga berlaku bagi ibu hamil yang terpapar campak.
Pencegahan Campak
Pencegahan paling efektif adalah dengan vaksin campak atau MMR (measles, mumps, rubella).
Vaksin pertama biasanya diberikan pada bayi usia 9 bulan, dilanjutkan pada usia 12–18 bulan, dan booster pada usia 5–7 tahun.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Cegah-Campak-dengan-4-Cara-Ini.jpg)