UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Tegaskan Tidak Ada Program Dapur MBG
Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN Sunan Kalijaga memasang spanduk penolakan kampus menjadi dapur MBG Senin malam
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Joko Widiyarso
Melihat maraknya kampus yang ditawari menjadi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), ia menduga kedatangan BGN ke UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta akan menawarkan hal yang sama.
DEMA UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pun secara tegas menolak kampus mengelola MBG. Alasannya, perguruan tinggi merupakan tempat mematangkan pikiran, bukan makanan.
Di samping itu, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dipandang tidak memiliki relevansi dengan MBG. Apalagi tidak ada program studi yang berkaitan langsung dengan pengelolaan dapur MBG.
"Kampus tidak sepatutnya menjadi dapur MBG. Kami menilai prasarana dan sumber daya yang ada di UIN ini belum memenuhi kapasitas untuk menerima sebagai mitra MBG," ujarnya.
Menurut dia, kampus tidak bisa terlibat secara langsung dalam mengelola SPPG. Alih-alih menjadi dapur MBG, kampus dapat mendukung MBG melalui riset guna perbaikan program.
| Gelandang PSIM Yogyakarta Rahmatsho Kembali Perkuat Timnas Tajikistan |
|
|---|
| Suksesi Kursi Rektor UII Yogyakarta, Hari Purnomo Resmi Gantikan Fathul Wahid |
|
|---|
| Berkas Perkara Kasus Daycare Little Aresha Yogyakarta Dilimpahkan ke Kejaksaan, Selanjutnya Apa? |
|
|---|
| Pencetak Gol Terbaik Super League Ungkap Masa Depannya di PSIM Yogyakarta |
|
|---|
| UAJY Tegaskan Komitmen Integritas dan Telusuri Afiliasi Kampus di Konferensi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/UIN-Sunan-Kalijaga-Raih-Peringkat-37-Dunia-QS-World-University-Rankings.jpg)