Bukan Anak HI, Mahasiswi Sanata Dharma Jadi Best Delegate di EuroMUN 2026 Belanda
Seni berdiplomasi sering kali dianggap sebagai panggung eksklusif milik mereka yang menempuh studi Hubungan Internasional.
Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Joko Widiyarso
Ringkasan Berita:
- Berdiplomasi sering kali dianggap sebagai panggung eksklusif milik mereka yang menempuh studi Hubungan Internasional.
- Akan tetapi, narasi tersebut berhasil dipatahkan oleh delegasi mahasiswa Indonesia di jantung Eropa.
- Berkompetisi dengan 250 peserta dari 40 negara, empat mahasiswi Tanah Air membuktikan bahwa ketajaman bernegosiasi dan kepiawaian meramu resolusi adalah milik siapa saja yang mau ditempa.
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Seni berdiplomasi sering kali dianggap sebagai panggung eksklusif milik mereka yang menempuh studi Hubungan Internasional.
Namun, narasi tersebut berhasil dipatahkan oleh delegasi mahasiswa Indonesia di jantung Eropa. Bersaing dengan 250 peserta dari 40 negara, empat mahasiswi Tanah Air membuktikan bahwa ketajaman bernegosiasi dan kepiawaian meramu resolusi adalah milik siapa saja yang mau ditempa.
Empat srikandi muda tersebut berhasil memborong penghargaan di ajang bergengsi European Model United Nations (EuroMUN) 2026 yang diselenggarakan di Fakultas Hukum Universitas Maastricht, Belanda, pada 14-17 Mei 2026.
Mereka adalah Rebecca Raphael Angelica Simorangkir (22) dari Universitas Sanata Dharma, Nisriinaa Alyaa (21) dari Universitas Brawijaya, Calista Trina Winata (21) dari Universitas Padjajaran, dan Lenka Melinda Florienka (22) dari Politeknik Negeri Malang. Keempatnya merupakan Beswan Djarum (penerima program Djarum Beasiswa Plus) angkatan 2024/2025.
EuroMUN bukanlah simulasi sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) biasa. Berada di sirkuit MUN kompetitif Eropa, konferensi ini menghadirkan peserta dari berbagai tingkatan pengalaman. Tahun ini, dengan mengusung tema Responsibility for the Future, the Power of Dialogue, kompetisi berjalan sangat ketat selama empat hari.
Para delegasi diuji kapasitas akademisnya, mulai dari seni bernegosiasi, berdiplomasi, hingga kecakapan public speaking.
Fakta paling menarik dari kemenangan ini adalah latar belakang para pemenang. Kecuali Nisriinaa, ajang EuroMUN 2026 ini merupakan pengalaman MUN pertama kalinya bagi sembilan anggota delegasi Djarum Foundation lainnya, termasuk Rebecca, Calista, dan Lenka.
Rebecca yang berlatar belakang mahasiswi jurusan Sastra Inggris, justru sukses menyabet Best Delegate—penghargaan tertinggi di komite MUN—untuk komite Disarmament and International Security Committee (DISEC). Gelar ini hanya diberikan kepada peserta dengan performa paling prima; mampu menyatukan pandangan, mewakili negara dengan sempurna, aktif berdebat, dan memahami agenda sidang secara utuh.
“Saya sangat bersyukur bisa mendapatkan kesempatan mengikuti EuroMUN 2026 dan mendapatkan pelatihan intensif selama enam bulan. Walaupun bukan berlatar belakang jurusan hubungan internasional, saya sangat bersyukur bisa bersaing dan meraih prestasi terbaik di antara delegasi lain yang datang dari berbagai negara,” ujar Rebecca.
Langkah gemilang juga ditorehkan oleh Nisriinaa yang dinobatkan sebagai Best Delegate untuk komite North Atlantic Treaty Organization (NATO).
“Ini merupakan pengalaman sekali seumur hidup yang saya tahu betul tidak akan terulang, dan saya bersyukur bisa mendapatkan prestasi terbaik di kompetisi berskala internasional dengan seluruh pendampingan yang diberikan,” ujar Nisriinaa.
Melengkapi kejayaan delegasi, Calista berhasil meraih penghargaan Honourable Mention pada komite APEC, disusul oleh Lenka yang menerima Verbal Commendation pada komite European Parliament (EP).
Kemenangan para delegasi tidak lahir dalam semalam. Keberhasilan menembus panggung dunia ini merupakan buah dari pelatihan intensif simulasi sidang PBB (MUN) selama enam bulan penuh yang difasilitasi oleh Bakti Pendidikan Djarum Foundation melalui program International Exposure.
Mendidik 10 mahasiswa Indonesia
Program ini mendidik total 10 perwakilan mahasiswa Indonesia. Selain empat srikandi yang membawa pulang gelar, delegasi ini juga diperkuat oleh Evan Belsarun Haloho (Universitas Sriwijaya), Felicia (Universitas Kristen Maranatha), Gusti Ayu Made Devyna Maharani (UPN “Veteran” Jawa Timur), Nadhlif Pelu (UIN Sunan Ampel), Nanditha Setyaningrum (IPB University), dan Rachelle Xaverine Nyomanto (Universitas Lambung Mangkurat).
| Titik Terang PSIM Yogyakarta Kembali ke Mandala Krida, Sri Sultan HB X hingga Wali Kota Buka Suara |
|
|---|
| Update Laporan Kegempaan Gunung Merapi Senin 25 Mei 2026 Siang |
|
|---|
| Tips Berkendara Saat Melewati Persimpangan |
|
|---|
| Merawat 'Mataram is Love', Pendekatan Sosiokultural untuk Meredam Konflik Sepak Bola di DIY |
|
|---|
| Berpasangan dengan Atlet Spanyol, Novela Putria Asal Kulon Progo Juara FIP Bronze Yogyakarta 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Delegasi-Djarum-Foundation-berpose-di-tangga-di-Fakultas-Hukum-Universitas-Maastricht-Belanda.jpg)