UMBY Wisuda 822 Lulusan, Rektor Ingatkan Tantangan Revolusi Industri 5.0

UMBY kembali menyelenggarakan prosesi Wisuda Sarjana ke-52 dan Pascasarjana ke-27 di Grand Pacific Hall, Yogyakarta,

Tayang:
Penulis: Hanif Suryo | Editor: Hari Susmayanti
Tribun Jogja/Hanif Suryo
Prosesi Wisuda Sarjana ke-52 dan Pascasarjana ke-27 di Grand Pacific Hall, Yogyakarta, Kamis (30/4/2026). Pada periode ini, UMBY mengukuhkan total 822 lulusan, di mana 493 orang atau 60 persen di antaranya berhasil meraih predikat cumlaude atau dengan pujian. 

Ia tercatat sebagai Ketua HMPS Akuntansi, masuk dalam 4 Terbaik Kategori Tim Pelaksana PPK Ormawa 2024, Best Three Lomba Cerdas Cermat Perpajakan Mahasiswa Ikatan Konsultan Pajak Indonesia, serta Juara 2 Stand Terbaik Showcase Innovation Summit 2024.

Peringkat 2 Lulusan Berprestasi diberikan kepada Refiana A’ziizu (Bimbingan Konseling) yang memiliki riwayat sebagai Pengawas Keanggotaan BEM FKIP 2024, Anggota Tim PKM PM pendanaan Nasional Tahun 2023, dan Juara 3 Lomba Konseling Kelompok UNS 2023.

Menyikapi kelulusan ini, Rektor UMBY memberikan pesan mendalam kepada para wisudawan agar terus adaptif, khususnya dalam menghadapi era Revolusi Industri 5.0. 

Perwakilan wisudawan Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY), Anggie Kurniawati yang merupakan lulusan dari Program Studi Bimbingan dan Konseling Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), merefleksikan perjuangan para mahasiswa yang penuh dengan tantangan emosional dan akademis.

Ia menekankan bahwa keberhasilan mengenakan toga bukan sekadar simbol kelulusan, melainkan rangkuman dari berbagai cerita perjuangan yang tidak selalu terlihat oleh publik.

Meski menyandang gelar lulusan terbaik, Anggie menyatakan bahwa pencapaian tersebut sejatinya merupakan hasil kolektif.

Ia mendedikasikan keberhasilan tersebut kepada orangtua, dosen, serta rekan-rekan sesama mahasiswa yang telah memberikan dukungan moral dan bimbingan selama masa studi.

Terkait makna pendidikan, Anggie menekankan bahwa masa perkuliahan telah memberikan pelajaran berharga mengenai arti sebuah proses dan cara menyikapi kegagalan.

Baginya, kegagalan adalah bagian integral untuk membentuk pribadi yang lebih kuat dalam meraih mimpi.

"Dunia di luar perkuliahan menunggu kita dengan berbagai cerita baru, tantangan baru, dan kesempatan baru. Kita mungkin akan berjalan di jalan yang berbeda-beda. Ada yang melanjutkan studi, ada yang memasuki dunia kerja, ada yang mengabdikan diri di masyarakat, dan mungkin ada juga yang menciptakan jalannya sendiri. Apapun jalan yang kita pilih nanti, semoga kita tetap membawa satu hal yang sama yaitu keinginan untuk terus belajar dan memberikan manfaat bagi orang lain," papar Anggie.

Ia menyampaikan apresiasi mendalam kepada para pendidik dan keluarga yang dianggapnya sebagai energi utama di balik keberhasilan para wisudawan.

Ia berharap rekan-rekan seangkatannya memiliki keberanian untuk terus bermimpi dan menjaga kerendahan hati saat memasuki babak baru di kehidupan bermasyarakat.

"Semoga langkah kita setelah hari ini selalu dipenuhi keberanian untuk bermimpi, keteguhan untuk berusaha, dan kerendahan hati untuk terus belajar. Karena hari ini bukanlah akhir dari perjalanan kita. Hari ini hanyalah awal dari cerita-cerita besar yang akan kita tulis setelah ini," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved