Perjalanan Spritual Thudong 2026 Dimulai dari Candi Sima Jepara

Sebanyak 16 biksu dari berbagai daerah melaksanakan perjalanan spiritual Thudong 2026.

Tayang:
Penulis: HAS | Editor: Hari Susmayanti
Kompas/Kafi
Iring-iringan biksu yang memulai perjalanan kaki dari Candi Sima, Desa Blingoh, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara, menuju Candi Sewu, Kabupaten Klaten, Rabu (20/5/2026). 

TRIBUNJOGJA.COM, JEPARA - Sebanyak 16 biksu dari berbagai daerah melaksanakan perjalanan spiritual Thudong 2026.

Rombongan berangkat dari Candi Sima pada Rabu (20/5/2026). 

Selama perjalanan, rombongan akan berhentik di sejumlah titik sebelum akhirnya finis di  Candi Sewu, Klaten untuk bergabung dengan rangkaian perayaan Waisak.

Adapun pelepasan perjalanan spiritual Thudong 2026 ini dilaksanakan di pelataran Candi Sima, Desa Blingoh, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara. pada Rabu (20/5/2026) pagi pukul 06.00 WIB.

Kegiatan ini dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Bupati Jepara Witiarso Utomo, Wali Kota Salatiga Robby Hernawan, serta Pengageng Sasana Wilapa Karaton Surakarta Hadiningrat, GKR Koes Moertiyah Wandansari. 

Dikutip dari Kompas.com, Ketua Panitia Thudong 2026 Jawa Tengah, Sundoko, menjelaskan bahwa perjalanan ini merupakan bagian dari rangkaian spiritual menyambut perayaan Waisak 2026. 

“Untuk kegiatan hari ini merupakan acara pelepasan awal untuk mengawali perjalanan menuju Candi Sewu, Klaten. Perjalanan dimulai tanggal 20 sampai 31 Mei 2026,” ujar dia kepada Kompas.com usai pelepasan. 

Adapun peserta perjalanan spiritual Thudong 2026 ini berasal dari sejumlah wilayah di Indonesia.

“Pelaksanaan hari ini diikuti oleh 16 biksu. Semuanya dari Indonesia dan berasal dari berbagai daerah,” katanya. 

Baca juga: Hampir Setahun Berlalu, Misteri Keberadan Palu Godam Pembunuhan Indramayu Akhirnya Terungkap

Adapun dari Candi Sima, rombongan akan menuju ke Balai Desa Jlegong, Vihara Jepara, Gereja Mlonggo, hingga bermalam di Pendopo Kabupaten Jepara. 

Setelah itu perjalanan dilanjutkan menuju Welahan kemudian Kabupaten Demak. 

“Perjalanannya sekitar 11 hari sampai tanggal 31 Mei nanti,” tambahnya. 

Setibanya di Klaten, para biksu akan bergabung dengan rangkaian perayaan Waisak yang dipusatkan di Candi Sewu. 

“Nanti akan langsung bergabung dengan panitia Waisak yang berlangsung tanggal 31 Mei di Candi Sewu, Klaten,” jelasnya. 

Menurut Sundoko, panitia telah melakukan berbagai persiapan jauh hari sebelumnya, termasuk koordinasi dengan aparat keamanan, relawan, serta instansi terkait demi memastikan perjalanan berlangsung aman dan lancar. 

“Persiapan sudah dilakukan jauh-jauh hari, terutama koordinasi dengan pihak keamanan, relawan, dan instansi terkait untuk pengamanan perjalanan selama 11 hari,” ujarnya. 

Simbol kerukunan dan toleransi Sundoko berharap kegiatan Thudong ini dapat terus berlanjut sebagai simbol kerukunan dan toleransi antarumat beragama di Indonesia. 

“Harapannya kegiatan ini bisa berkelanjutan dalam rangka menciptakan suasana toleransi antarumat beragama di Indonesia, terjalin hubungan yang baik antara pemerintah dengan tokoh agama, dan juga ada kelekatan antara Sangha dengan umat,” katanya. 

Ia juga berharap seluruh rangkaian perjalanan berjalan aman, tertib, dan tidak menimbulkan dampak buruk bagi lingkungan. 

Sementara itu, Bupati Jepara, Witiarso Utomo menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan spiritual tersebut. 

“Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan ini bermanfaat bagi kita semua terutama warga Jepara. Semoga bisa menciptakan toleransi antarumat beragama di Indonesia khususnya di Kabupaten Jepara,” ujarnya.

Artikel ini sudah tayang di Kompas.com

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved