Hampir 5 Bulan Hilang, Kades Sambeng Magelang Belum Juga Kembali
Sejak hari itu hingga saat ini terhitung 5 bulan Kades Sambeng tidak terlihat, sementara warga berjuang tanpa pemimpin menolak tambang
Penulis: Yuki Pramudya | Editor: Yoseph Hary W
Ringkasan Berita:
- Warga Sambeng sudah 5 bulan berjuang menolak rencana tambang tanah urug untuk proyek Tol Jogja–Bawen.
- Kepala Desa Rowiyanto menghilang sejak 5 Desember 2025 dan tak pernah muncul lagi.
- Warga membentuk paguyuban Gemapelita untuk menyuarakan hak atas tanah mereka.
- Meski tanpa kades, pelayanan desa tetap berjalan dan warga optimistis melanjutkan perjuangan.
TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Sudah hampir 5 bulan, warga Sambeng, Kecamatan Borobudur berjuang sendirian mempertahankan hak atas tanah yang diduga akan dilakukan pertambangan untuk proyek tanah urug jalan Tol Jogja - Bawen.
Kepala Desa yang mereka pilih untuk menjadi pemimpin di desanya tidak pernah terlihat dalam kehidupan sehari hari.
Warga yang berada di lereng Perbukitan Menoreh tersebut bersatu padu membentuk paguyuban Gema Pelita, "Gerakan Masyarakat Peduli Lingkungan dan Tanah Air" Desa Sambeng, untuk menyuarakan hak atas tanah yang mereka miliki.
Kades tidak pernah terlihat lagi
Humas Gemapelita, Khairul Hamzah, mengungkapkan Kepala Desa Sambeng, Rowiyanto hingga hari ini belum menampakkan batang hidungnya.
Bahkan, saat warga masyarakat berbondong-bondong ke Mapolresta Magelang untuk melaporkan dugaan pemalsuan dokumen yang digunakan dalam proses perizinan tambang tanah urug di desanya.
"Sudah sejak 5 Desember 2025 lalu hingga saat ini, Kepala Desa kami menghilang tidak tahu kemana, terakhir setelah pertemuan di Balai Desa pada 4 Desember malam," Jelas Hamzah.
Sudah 5 bulan hilang
Kades Rowiyanto diketahui menghilang sejak Jumat (5/12/2025) sore. Pada pagi di hari itu, ia masih menghadiri peletakan batu pertama pembangunan Koperasi Desa Merah Putih Sambeng.
Sehari sebelumnya, Kamis (4/12/2025) malam, ia juga mengikuti pertemuan dengan warga yang menolak rencana penambangan tanah uruk.
Sejak hari itu hingga saat ini terhitung telah 5 bulan Kades Sambeng tidak terlihat, sementara warga berjuang tanpa pemimpin untuk tetap menolak rencana penambangan tanah uruk.
Berjuang tanpa pemimpin
Meski tanpa Kepala Desa, warga tetap optimistis bisa menyuarakan haknya melalui tahapan-tahapan yang dilalui.
"Kita sudah berikhtiar dengan mengadu ke Bupati, DPRD, Polresta Magelang, BPN terakhir ke Provinsi Jawa Tengah, tuntutannya sama bahwa warga tidak pernah tanda tangan dan menyetujui proyek pertambangan tanah urug jalan tol Jogja - Bawen," imbuhnya.
Sepeninggal Kepala Desa tersebut juga, lanjut Hamzah, proses pelayanan di Balai desa tetap berjalan seperti biasanya.
"Untuk proses pelayanan di Balai Desa sementara kan dilakukan oleh bu Sekretaris Desa, Siti Zumroatul, sehingga kami sebagai warga pun juga tidak merasa terganggu dengan hilangnya kades tersebut," tambah Hamzah.
Saat dikonfirmasi keberadaannya, Hamzah mengaku tidak tahu sama sekali bahkan warga berupaya untuk menghubungi tetapi tidak ada tanggapan sama sekali.
Sambeng
Kades Sambeng Menghilang
Borobudur
Magelang
penambangan
tanah uruk
Tol Yogyakarta-Bawen
Meaningful
| Ratusan Warga Sambeng Lapor ke Polresta Magelang, Tempuh Jalur Hukum soal Dugaan Pemalsuan Dokumen |
|
|---|
| Rakor Desa di Borobudur: Perkuat Sinergi, Benahi Tata Kelola demi Kesejahteraan Warga |
|
|---|
| Dinkes Kota Magelang Satukan Irama, Optimalkan Layanan Kesehatan |
|
|---|
| Cerita Karyawan Difabel Rokok HS Diterima Kerja Plus Mendapat Fasilitas Mes |
|
|---|
| Bupati Magelang Pastikan Pelayanan Masyarakat Tetap Berjalan di Tengah Kebijakan Efisiensi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Hampir-5-Bulan-Hilang-Kades-Sambeng-Magelang-Belum-Juga-Kembali.jpg)