Lagi Musim! Ini 4 Jamur Liar yang Kerap Dikonsumsi Masyarakat Pedesaan

Di antara jamur liar yang biasa dikonsumsi masyarakat adalah jamur so, jamur merang, jamur barat, dan jamur trucuk.

Tayang:
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
istockphoto.com
JAMUR SO - 4 jamur yang datang di musim penghujan dan kerap diburu masyarakat pedesaan untuk dikonsumsi. 

TRIBUNJOGJA.COM - Musim hujan menjadi berkah tersendiri bagi masyarakat pedesaan.

Bukan hanya karena air yang melimpah untuk mengairi sawah, musim ini menjadi musim tumbuhnya beragam jamur untuk di konsumsi.

Bagi warga pedesaan, jamur yang dapat dikonsumsi bukan hanya jamur tiram atau jamur kancing yang sering dijual di pasaran, namun, juga jamur liar yang bisa didapatkan secara percuma di sekitar rumah mereka.

Bahkan, di wilayah Imogiri, Bantul, jamur-jamur hasil buruan ini menjadi komoditas yang dapat dijual.

Berikut ini adalah empat jamur liar yang kerap diburu masyarakat pedesaan untuk dikonsumsi:

1. Jamur So

JAMUR SO - Jamur so menjadi salah satu jamur liar yang kerap dikonsumsi masyarakat pedesaan.
JAMUR SO - Jamur so menjadi salah satu jamur liar yang kerap dikonsumsi masyarakat pedesaan. (istockphoto.com)

Sebagian masyarakat menyebut jamur so degan nama jamur melinjo.

Sesuai namanya, jamur ini dapat Anda temui di sekitaran pohon melinjo.

Jamur berbentuk bulat semi asimetris ini hidup dalam koloni kecil atau bahkan Anda dapat menjumpainya tumbuh satu jamur saja di satu tempat.

Kulit jamur ini berwarna kuning kecoklatan dan jika mencabutnya, Anda akan menemukan akar berwarna kuning cerah.

Jamur yang banyak tumbuh di musim hujan ini dapat dikonsumsi ketika masih muda.

Hal tersebut dapat ditandai dengan daging jamurnya yang berwarna putih.

Jika sudah berwarna kehitaman atau bahkan abu-abu, jamur ini sudah tidak dapat dikonsumsi.

Biasanya, warga pedesaan sering mengolah jamur ini dengan cara di pepes atau dibuat tumisan.

2. Jamur Merang

JAMUR MERANG - Jamur merang
JAMUR MERANG - Jamur merang menjadi salah satu jamur liar yang kerap dikonsumsi masyarakat pedesaan. (Kompas.com)

Sesuai namanya, jamur ini tumbuh pada tumpukan merang atau jerami.

Biasanya, jamur ini tumbuh secara liar di musim penghujan, saat udara terasa lembab.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved