Lagi Musim! Ini 4 Jamur Liar yang Kerap Dikonsumsi Masyarakat Pedesaan
Di antara jamur liar yang biasa dikonsumsi masyarakat adalah jamur so, jamur merang, jamur barat, dan jamur trucuk.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
TRIBUNJOGJA.COM - Musim hujan menjadi berkah tersendiri bagi masyarakat pedesaan.
Bukan hanya karena air yang melimpah untuk mengairi sawah, musim ini menjadi musim tumbuhnya beragam jamur untuk di konsumsi.
Bagi warga pedesaan, jamur yang dapat dikonsumsi bukan hanya jamur tiram atau jamur kancing yang sering dijual di pasaran, namun, juga jamur liar yang bisa didapatkan secara percuma di sekitar rumah mereka.
Bahkan, di wilayah Imogiri, Bantul, jamur-jamur hasil buruan ini menjadi komoditas yang dapat dijual.
Berikut ini adalah empat jamur liar yang kerap diburu masyarakat pedesaan untuk dikonsumsi:
1. Jamur So
Sebagian masyarakat menyebut jamur so degan nama jamur melinjo.
Sesuai namanya, jamur ini dapat Anda temui di sekitaran pohon melinjo.
Jamur berbentuk bulat semi asimetris ini hidup dalam koloni kecil atau bahkan Anda dapat menjumpainya tumbuh satu jamur saja di satu tempat.
Kulit jamur ini berwarna kuning kecoklatan dan jika mencabutnya, Anda akan menemukan akar berwarna kuning cerah.
Jamur yang banyak tumbuh di musim hujan ini dapat dikonsumsi ketika masih muda.
Hal tersebut dapat ditandai dengan daging jamurnya yang berwarna putih.
Jika sudah berwarna kehitaman atau bahkan abu-abu, jamur ini sudah tidak dapat dikonsumsi.
Biasanya, warga pedesaan sering mengolah jamur ini dengan cara di pepes atau dibuat tumisan.
2. Jamur Merang
Sesuai namanya, jamur ini tumbuh pada tumpukan merang atau jerami.
Biasanya, jamur ini tumbuh secara liar di musim penghujan, saat udara terasa lembab.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/jamur-so.jpg)