Picu Pro dan Kontra, Rencana Jepang Datangkan 500 Ribu Imigran India

Pemerintah Jepang dan India berencana merumuskan rencana untuk mendorong pertukaran antarmasyarakat, dengan target lebih dari 500.000 orang

Tayang:
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
asianews.network
Pemerintah Jepang dan India berencana merumuskan rencana untuk mendorong pertukaran antarmasyarakat, dengan target lebih dari 500.000 orang 

Pada bulan Agustus tahun lalu, Sompo Care meluncurkan pusat pelatihan khusus di dekat New Delhi.

Pusat ini menawarkan program sembilan bulan yang mencakup pengajaran bahasa Jepang dan pelatihan praktis menggunakan peralatan perawatan yang diimpor dari Jepang.

Inisiatif ini bertujuan untuk melatih dan mempekerjakan 100 perawat India setiap tahun, dengan target mempekerjakan 1.000 pekerja pada tahun 2040.

Pada bulan April, sembilan peserta pelatihan pertama lulus dari program ini. Delapan orang lulus tes 'keterampilan khusus' Jepang, yang memenuhi syarat untuk mendapatkan residensi dan pekerjaan.

Mereka diharapkan dapat mulai bekerja di fasilitas perawatan di Jepang paling cepat pada bulan Juli.

Sompo Care telah memastikan bahwa para rekrutan India akan dibayar setara dengan rekan-rekan mereka dari Jepang, dan menambahkan bahwa mereka yang berprestasi dapat dipromosikan ke peran manajemen.

Beredar video di sosial media karena Kebijakan tersebut masyarakat hingga dari berbagai partai di jepang melakukan demontrasi untuk menolak imigran dari India selama 5 tahun ke depan.

Mereka lebih ingin mengutamakan evaluasi sistem acara menyeluruh dalam mengawasi dan mengatur para imigran yang akan datang dan sedang tinggal di Jepang sebelum menambah jumlah imigran.

Mereka juga mengkhawatirkan jumlah imgiran yang membludak dan sulit terawasi, sehingga bisa memicu masalah sosial dan keamanan.

Meski begitu, pemerintah Jepang menegaskan bahwa kebijakan ini dirancang untuk menjawab tantangan serius berupa kekurangan tenaga kerja dan penuaan populasi yang semakin cepat.

Otoritas Tokyo juga menekankan bahwa sistem seleksi dan pengawasan akan diperketat agar para imigran yang datang benar-benar memiliki keterampilan yang dibutuhkan serta mampu beradaptasi dengan budaya dan kehidupan di Jepang.

Dengan adanya pro dan kontra yang berkembang di masyarakat, keputusan ini diperkirakan akan terus menjadi sorotan publik Jepang maupun internasional.

Pemerintah pun dihadapkan pada tantangan untuk menyeimbangkan kebutuhan ekonomi dengan menjaga stabilitas sosial.

Sembari memastikan bahwa pertukaran antarmasyarakat dengan India berjalan sesuai rencana dan membawa manfaat jangka panjang bagi kedua negara.

(MG/Anggitya Trilaksono)

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved