Dinas Kelautan dan Perikanan DIY Tangkap 131 Kg Ikan Sapu-sapu, Tunggu Hasil Laboratorium 

DKP DIY menangkap 131 kilogram ikan sapu-sapu pada program Gerebek Ikan Sapu-sapu

Tayang:
Tribun Jogja/Neti Istimewa Rukmana
DKP DIY bersama sejumlah sedang melakukan gerebek ikan sapu-sapu di Rawa Kalibayem, Kalurahan Ngestiharjo, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul, Kamis (7/5/2026). 

 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA- Dinas Kelautan dan Perikanan DIY menangkap 131 kilogram ikan sapu-sapu pada program Gerebek Ikan Sapu-sapu di Rawa Kalibayem, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul beberapa waktu lalu.


Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan DIY, Heri Sulistio mengatakan ikan sapu-sapu yang ditangkap kemudian diperiksa di laboratorim mulai dari uji logam berat, e-coli, hingga kandungan gizi. Tujuannya untuk memastikan kemanan jika dimanfaatkan.


“Saat ini kami masih menunggu hasil uji laboratorium. Kami ingin memberikan kepastian untuk masyarakat. Ikan sapu-sapu ini bisa dimanfaatkan atau tidak. Karena kondisi ikan sapu-sapu yang di sini dan yang ditangkap di Ciliwung itu kan pasti berbeda,” katanya, Senin (11/5/2026).


Namun, saat ini pihaknya masih menunggu hasil uji laboratorium. Jika dinyatakan aman, ikan sapu-sapu bisa dimanfaatkan untuk berbagai pakan ikan bahkan pakan hewan karnivora seperti di Gemibra Loka Zoo.  


Menurut dia, jika ikan sapu-sapu bisa dimanfaatkan, maka akan memberikan nilai ekonomi. Praktis masyarakat juga ikut diberdayakan.


“Tetapi kalau wilayah kita ini kan masih abu-abu, bisa jadi aman bisa jadi berbahaya. Makanya harus ada uji laboratorium dulu. Kalau memang aman, ikan sapu-sapu bisa dimanfaatkan. Kalau bisa dimanfaatkan kan ada nilai ekonomisnya, masyarakat juga akan terberdayakan,” ujarnya.


Heri menerangkan saat ini pihaknya masih berkoordinasi terkait depopulasi di Rawa Kalibayem. Berdasarkan evaluasi, pihaknya masih kekurangan personel dan peralatan. 


Selain karena populasi yang tinggi, Rawa Kalibayem menjadi perhatian karena ikan sapu-sapu tersebut dikeluhkan masyarakat.


“Sementara masih di Rawa Kalibayem dulu, karena kemarin juga belum optimal. Kemarin hanya dua kapal, sepertinya masih kurang. Nah kami juga mengharapkan ada partisipasi dari masyrakat. Untuk itu, kami masih koordinasikan,” imbuhnya.  

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved