Hari Buruh 2026
Momen Peringatan May Day di Bantul, Bupati Tekankan Perbaikan Hubungan Industrial
Cucuran air mata menetes dari wajah Dana Wahyuni (39), warga Trirenggo, Bantul setelah mendapatkan santunan
Penulis: Neti Istimewa Rukmana | Editor: Joko Widiyarso
Ringkasan Berita:
- Air mata menetes dari wajah Dana Wahyuni (39), warga Trirenggo, Kapanewon Bantul, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta setelah mendapatkan santunan jaminan kecelakaan kerja, jaminan hari tua, dan beasiswa dalam puncak Hari Buruh Internasional atau May Day yang diperingati di Kabupaten Bantul.
- Ia didampingi anaknya mengambil santunan tersebut. Sebab, suaminya telah berpulang pada tahun 2025 usai terkena virus tikus saat bekerja di ladang tebu milik perusahaan di Bantul.
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Cucuran air mata menetes dari wajah Dana Wahyuni (39), warga Trirenggo, Kapanewon Bantul, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta setelah mendapatkan santunan jaminan kecelakaan kerja, jaminan hari tua, dan beasiswa dalam puncak Hari Buruh Internasional atau May Day yang diperingati di Kabupaten Bantul.
Berdasarkan pantauan Tribunjogja.com, di Lapangan Trirenggo, Kapanewon Bantul, Minggu (1/5/2026).
Ia didampingi anaknya mengambil santunan tersebut. Sebab, suaminya telah berpulang pada tahun 2025 usai terkena virus tikus saat bekerja di ladang tebu milik perusahaan di Bantul.
"Suami saya meninggal dunia karena sakit virus tikus saat bekerja di ladang tebu. Suami saya seorang sinder tebu, jadi dia di bagian lapangan," katanya kepada wartawan, saat peringatan May Day.
Kini, ia dan buah hatinya menjadi penerima santunan tersebut. Total, santunan yang ia terima senilai Rp240.220.410.
Santunan itu terbagi menjadi jaminan kecelakaan kerja meninggal, jaminan hari tua, dan beasiswa untuk satu orang anak.
"Uang ini akan saya gunakan untuk membiayai anak sekolah, terutama untuk memberikan kehidupan yang layak untuk anak saya. Pokoknya yang penting anak saya. Karena saya cuma kerja jual tauge di pasar. Tapi, anak saya masih sekolah kelas 1 SMP," ucap dia.
Banyak kegiatan
Sementara itu, Ketua Panitia Peringatan May Day Bantul 2026 sekaligus Ketua Forum Serikat Pekerja Serikat Buruh (SPSB) Kabupaten Bantul, Suhadi, berujar, Peringatan Hari Buruh di Bantul digelar dengan kegiatan bergembira ria mulai dari pelaksanaan donor darah, cek kesehatan gratis, aktivasi KTP digital, hingga pemberian santunan BPJS.
"Dan kami tidak memberikan aspirasi yang sifatnya frontal, tetapi kami bersimpati bahwa hari ini teman-teman kami di Bantul timur yakni Kapanewon Piyungan karena ternyata masih ada beberapa pekerja yang hari ini belum mendapatkan haknya," jelas dia.
Pihaknya pun sudah menyampaikan terkait kondisi buruh saat ini kepada Bupati Bantul, terutama bagi buruh yang belum mendapatkan haknya berupa Tunjangan Hari Raya (THR) Idulfitri 2026.
Walau begitu, ia memaklumi hal tersebut, sebab kondisi ekonomi perusahaan masih sulit.
"Di Piyungan ada dua perusahaan yang belum memberikan hak (untuk karyawan). Tapi, saya kira itu sudah jalan menuntaskannya. Karena, memang perusahaannya baru kesulitan," tutur dia.
Selain itu, Peringatan May Day dilakukan dengan menyampaikan rasa simpati kepada para serikat pekerja yang ada di Kabupaten Sleman.
Pasalnya, sampai saat ini terdapat perusahaan tutup seusai terbakar dan pekerja buruh terancam pemutusan hubungan kerja.
"Maka, dalam Peringatan May Day ini kami juga memanjatkan doa khusus terutama bagi teman-teman kami di serikat pekerja lain, di Kabupaten Sleman dan Kabupaten Bantul bagian timur untuk segera mendapatkan haknya dan perusahaan tidak keberatan," ucap Suhadi.
Peringatan May Day
Adapun total pekerja buruh yang tergabung dalam Forum SPSB Kabupaten Bantul sekitar 4.000-an orang.
Dalam Peringatan May Day ini, setidaknya ada 1.027 orang yang hadir, sebab pekerja buruh yang lain masih ada yang masuk bekerja.
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, menyebut, pihaknya siap memberikan wadah penyampaian aspirasi dengan cara rileks dan santai dalam Peringatan May Day.
Itu dilakukan untuk meminimalisasi kegaduhan dan berpotensi mengarah pada situasi kurang kondusif.
"Yang selalu kami tekankan dalam Peringatan May Day ini adalah perbaikan hubungan industrial. Karena kuncinya di situ. May Day itu tuntutannya hampir selalu tentang hubungan industrial yang mereka pandang masih ada ketimpangan mengenai hak pekerja, termasuk bonus-bonus over time, hingga THR," jelasnya.
Lain halnya dengan kenaikan upah minimum kabupaten (UMK). Kata Bupati Halim, kenaikan UMK tidak bisa dilakukan asal-asalan, dikarenakan memiliki formulasi yang sudah ditetapkan oleh Undang-Undang, sehingga daerah tinggal menerapkan rumus itu.
"Beberapa tahun terakhir ini, Bantul kondusif. Kalaupun masih ada kasus-kasus hubungan industrial, ini kita selesaikan dan pemerintah aktif untuk menuntut terutama pengusaha yang tidak memenuhi kewajiban atau tidak memenuhi hak-hak buruh," tandas Halim.
| Pemkab Bantul Tata Lapangan Paseban, Tambah Fasilitas Jogging Track |
|
|---|
| Dugaan Pencemaran Limbah MBG di Bantul, Hasil Penelusuran: IPAL SPPG Mangiran Belum Penuhi Syarat |
|
|---|
| Air Sumur Warga di Bantul Berbusa, Diduga Tercemar Limbah SPPG Mangiran |
|
|---|
| Bupati Hamenang Jenguk Korban Keracunan Massal di Kecamatan Tulung |
|
|---|
| Bukan Lewat Aksi, May Day di Kulon Progo Diperingati Lewat Tumpeng Hingga Hiburan dari Pekerja |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Bupati-Bantul-Abdul-Halim-Muslih-beri-santunan-di-May-Day-2026-di-Lapangan-Trirenggo-Bantul.jpg)