Kopi Dawuhan dan Arfa Barbershop Gelar Cukur dan Ngopi Gratis untuk Buruh dan Guru
Pengunjung yang hadir mendapatkan layanan potong rambut gratis, kopi, serta makanan ringan selama menunggu antrean.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Ikrob Didik Irawan
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN – Kopi Dawuhan berkolaborasi dengan Arfa Barbershop menggelar program cukur rambut gratis dalam rangka menyambut Hari Buruh dan Hari Pendidikan Nasional 2026.
Kegiatan berlangsung pada Kamis, 30 April 2026 pukul 13.00 hingga 15.00 WIB di Kopi Dawuhan, Srimulyo RT 03/02, Triharjo, Sleman, Yogyakarta.
Pengunjung yang hadir mendapatkan layanan potong rambut gratis, kopi, serta makanan ringan selama menunggu antrean.
Pemilik Arfa Barbershop, Arief Fatoni, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari strategi kolaborasi dan pemasaran.
“Sebenarnya ini kan sebuah program kita ya, program marketing. Yang paling utama adalah program kolaborasi, saling support,” ujarnya.
Ia menambahkan kolaborasi antara barbershop dan kafe dinilai relevan karena memiliki kedekatan dalam pola konsumsi masyarakat. “Kebetulan kan antara barber dan kopi itu match, bisnis yang sangat erat kaitannya,” katanya.
Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperkenalkan perkembangan konsep barbershop yang lebih modern. “Kami ingin mengenalkan bahwa saat ini barber shop itu punya value tersendiri,” ucapnya.
Arief juga menyebut program ini menjadi bagian dari langkah jangka panjang. “Saya bermimpi Yogyakarta ini menjadi Yogyakarta Barber City,” katanya.
Sementara itu, pemilik Kopi Dawuhan, Noval, mengatakan kegiatan ini terbuka mereka yang berprofesi sebagai guru dan pekerja dengan kuota terbatas.
“Kita mengadakan acara dalam rangka memberikan apresiasi buat guru-guru yang sudah berjasa mencerdaskan generasi bangsa, dan para pekerja yang berjuang untuk keluarga,” katanya.
Noval menambahkan pengunjung yang datang tidak hanya mendapatkan potong rambut gratis, tetapi juga kopi dan camilan.
“Tentu saja dapat kopi gratis dalam bentuk minuman yang bisa dicicipi langsung,” ucapnya.
Ia menyebut hingga kegiatan berlangsung sudah ada sejumlah peserta yang memanfaatkan layanan tersebut. “Tadi sudah menyukur sekitar tujuh orang,” katanya.
Noval juga menjelaskan kopi yang disajikan berasal dari usaha berbasis perkebunan di Wonosobo, Jawa Tengah. “Kami itu sebenarnya berbasis perkebunan, dari hulu sampai hilir kami kelola sendiri,” ujarnya.
Kegiatan ini berlangsung selama satu hari dan menjadi bagian dari kolaborasi pelaku usaha lokal di Yogyakarta dalam menghadirkan program bermanfaat bagi masyarakat. (*)
| Skenario PSS Sleman Promosi ke Super League 2026/2027 |
|
|---|
| PSS Sleman Selangkah Lagi Susul PSIM Yogyakarta ke Liga 1, Sri Sultan HB X Sambut Gembira |
|
|---|
| Angin Kencang Melanda Sleman, 21 Rumah di 3 Kapanewon Rusak |
|
|---|
| PSS Sleman Tanpa Fachruddin Aryanto Hadapi PSIS Semarang, Ini Kata Ansyari |
|
|---|
| PSS Sleman vs PSIS Semarang: Kuota 16 Ribu Penonton Disetujui, Tribun Utara-Selatan Dibuka Lagi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/20260105-Kopi-Dawuhan-cukur-gratis.jpg)