Sinkhole Tileng Terus Membesar, Luasnya Lima Kali Lipat Dalam Kurun Sebulan
Ukuran sinkhole atau tanah berlubang di Banagung, Tileng, Kapanewon Girisubo, Kabupaten Gunungkidul, terus membesar.
Penulis: HAS | Editor: Hari Susmayanti
Ringkasan Berita:
- Sinkhole di Tileng, Girisubo, Gunungkidul, meluas secara drastis dari 2 meter menjadi 10 meter dengan kedalaman 4 meter hanya dalam waktu satu bulan sejak ditemukan Maret 2026.
- Lokasi di lahan pertanian warga ini masih sangat berbahaya karena muncul banyak retakan tanah baru sepanjang 10 meter yang mengelilingi lubang tersebut.
- BPBD Gunungkidul akan menggandeng perguruan tinggi untuk meneliti struktur tanah sebelum menentukan langkah penanganan teknis yang tepat guna menanggulangi amblesan.
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Ukuran sinkhole atau tanah berlubang di Banagung, Tileng, Kapanewon Girisubo, Kabupaten Gunungkidul, terus membesar.
Lubang yang awalnya muncul pertama kali pada 4 Maret 2026 dengan ukuran 2 meter itu kini diameternya meluas lima kali lipat menjadi 10 meter.
Ukuran lubang bahkan berpotensi terus meluas karena di sekelilingnya masih banyak retakan.
Dikutip dari Kompas.com, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul, Edy Winarta menyebut saat ini pihaknya masih sebatas melakukan pendataan terlebih dahulu.
Untuk menentukan langkah penanganan, BPBD Gunungkidul menurut Edy akan menggandeng perguruan tinggi guna melakukan penelitian lebih lanjut.
"Untuk penanganan ke depan biasanya kami menggandeng perguruan tinggi untuk melakukan koordinasi,"katanya.
Ia menegaskan, penanganan sinkhole harus didasarkan pada hasil kajian.
"Untuk menanggulanginya dasarnya dari situ riset atau penelitian terlebih dahulu baru kita bisa menentukan langkah tindak lanjutnya akan kami lakukan seperti apa," imbuhnya.
Sementara itu personel Tagana Kalurahan Tileng, Ngatijan menyebut lokasi sinkhole tepat berada di tengah lahan pertanian milik warga.
Lubang itu pertama kali ditemukan pada awal Maret dan ukurannya terus membesar.
"Pemilik lahan akan melakukan aktivitas dan mendapati area lahannya yang berada di tengah itu," ujar Ngatijan dikutip dari Kompas.com, Kamis (30/4/2026).
Sebulan kemudian, lanjut Ngatijan, ukuran lubang semakin meluas menjadi 10 meter dengan kedalaman 4 meter.
"Setelah saya ukur itu lebarnya itu 10 meter dan dalamnya itu mencapai 4 meter. Retakkan-retakan tanah di sekitar amblesan itu panjangnya untuk per hari ini itu sampai 10 meter dan itu retakannya tidak hanya di satu retakan tapi ada beberapa retakan yang memang mengelilingi sinkhole ini," kata dia.
Selain bertambah besar, di sekitar lubang juga muncul sejumlah retakan tanah yang mengelilingi area amblesan.
Baca juga: Iwan Kirim Pesan Langit C 33 GK di Kebakaran Apartemen MediteraniaSin
Apa itu Sinkhole
Sinkhole (dalam bahasa Indonesia sering disebut lubang runtuh) adalah lubang di tanah yang terbentuk secara tiba-tiba akibat amblasnya permukaan tanah.
Fenomena ini biasanya terjadi di wilayah yang struktur tanah di bawahnya mudah larut oleh air.
Sinkhole biasanya terjadi pada area dengan jenis batuan karst (seperti batu gamping, kapur, atau gipsum).
Terbentuknya sinkhole ini biasanya bermula dari air hujan yang sedikit asam meresap ke dalam tanah dan perlahan-lahan melarutkan batuan di bawah permukaan.
Seiring waktu, terbentuklah rongga atau gua di bawah tanah.
Ketika rongga di bawah tanah sudah terlalu besar dan lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, permukaan tanah akan amblas seketika ke dalam lubang tersebut.
Selain karena pelapukan batuan secara alami, aktivitas manusia juga bisa memicu sinkhole, di antaranya:
- Kebocoran Pipa: Pipa air bawah tanah yang bocor dapat mengikis tanah di bawah jalan secara perlahan.
- Pengambilan Air Tanah Berlebih: Pompaan air tanah yang terlalu masif membuat ruang kosong di bawah tanah yang sebelumnya terisi air menjadi tidak stabil.
- Konstruksi: Pembangunan gedung berat atau pengeboran yang mengubah aliran air bawah tanah.
3. Jenis-Jenis Sinkhole
- Dissolution Sinkhole: Terjadi perlahan, tanah amblas sedikit demi sedikit (biasanya tidak terlalu berbahaya).
- Cover-Subsidence Sinkhole: Terjadi pada lapisan tanah yang berpasir, lubang terbentuk secara bertahap.
- Cover-Collapse Sinkhole: Ini yang paling berbahaya. Terjadi secara tiba-tiba dalam hitungan detik, sering kali menelan kendaraan, bangunan, atau apa pun di atasnya.
Artikel ini sudah tayang di Kompas.com
| BPBD Kulon Progo Pantau Sinkhole Popohan Kalibawang Sejak 2023, Siapkan Penanganan Kejadian Baru |
|
|---|
| Sinkhole di Popohan Kalibawang Kulon Progo Kembali Terbuka Setelah 2 Tahun Aman Usai Ditimbun |
|
|---|
| Dalam Hitungan Detik, Jalanan di Kota Shanghai Berubah jadi Sinkhole Raksasa |
|
|---|
| Hasil Kajian Geolistrik BPPTKG Temukan Rongga Sangat Besar di Bawah Rumah Sujanto |
|
|---|
| Waspada, Ini 4 Tanda Tanah yang Berpotensi Mengalami Sinkhole |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Sinkhole-Tileng-Terus-Membesar-Luasnya-Lima-Kali-Lipat-Dalam-Kurun-Sebulan.jpg)