1.516 Jemaah Calon Haji Sleman Mulai Diberangkatkan 21 April Lewat Bandara YIA

Berbeda dibanding tahun sebelumnya, tahun ini keberangkatan melalui Bandara Yogyakarta Internasional Airport (YIA). 

Tayang:
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Yoseph Hary W
Tribunjogja.com/IST/YIA Kulon Progo
SIMULASI - Foto dok ilustrasi. Ribuan jemaah calon haji saat mengikuti simulasi pelaksanaan Haji 2026 di Novotel YIA 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Sleman terus mematangkan persiapan keberangkatan jemaah haji asal Kabupaten Sleman. Tercatat, ada 1.516 jemaah haji asal Bumi Sembada yang siap diberangkatkan menuju tanah suci tahun ini. 

Kepala Seksi Pelayanan dan Fasilitasi Pengembangan Ekosistem Ekonomi Kantor Kemenag Sleman
Minanur Rahman mengatakan para Jemaah calon haji akan mulai diberangkatkan pada 21 April mendatang.

Berbeda dibanding tahun sebelumnya, tahun ini keberangkatan melalui Bandara Yogyakarta Internasional Airport (YIA). 

"Tahapan sekarang jamaah tinggal menunggu keberangkatan," katanya, Selasa (14/4/2026). 

Terbagi lima kloter

Rahman menyebut, ribuan jemaah calon haji asal Sleman yang siap diberangkatkan ke tanah suci terbagi ke dalam lima kelompok terbang (kloter). Adapun rinciannya empat kloter akan diisi penuh oleh warga Sleman, sementara satu kloter sisanya merupakan kloter gabungan dari kabupaten atau kota lain di DIY serta Jawa Tengah.

Terkait dengan konflik timur Tengah yang sedang bergejolak, ia memastikan tidak memperngaruhi jadwal dan rute perjalanan. Semua tahapan disebut sesuai dengan jadwal yang ditentukan. 

"Kondisinya masih normal dan sesuai jadwal (keberangkatan)," ujar dia. 

Berharap eskalasi Timur Tengah mereda 

Terpisah, Plt. Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh DIY, Jauhar Mustofa sebelumnya berharap menjelang keberangkatan haji, eskalasi di timur tengah kian mereda sehingga tidak mengganggu pelaksanaan ibadah. 

Adapun jemaah haji reguler di DIY yang diberangkatkan ke Makkah pada tahun ini ada 3.738 orang. Ia meminta masyarakat tidak perlu khawatir sebab jalur penerbangan dari Jakarta,  Indonesia menuju ke Jeddah Madinah aman. 

"Jadi tidak melintasi negara yang sedang berkonflik. Masyarakat tidak perlu khawatir. Kami akan terus memantau dan menyiapkan opsi maupun mitigasinya, seandainya eskalasi semakin memanas," katanya.(*) 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved