Refleksi Satu Tahun Pimpin Kota Yogya, Hasto-Wawan Prioritaskan Wong Cilik

Hasto Wardoyo dan Wakil Wali Kota Wawan Harmawan menunjukkan arah keberpihakannya pada kelompok rentan.

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Hari Susmayanti
Tribunjogja.com/Azka Ramadhan
Ketua DPC PDIP Kota Yogya, Eko Suwanto, bersama Hasto Wardoyo-Wawan Harmawan, selepas jumpa pers, Rabu (27/11/24). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sepanjang tahun pertama masa kepemimpinannya, duet Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo dan Wakil Wali Kota Wawan Harmawan menunjukkan arah keberpihakannya pada kelompok rentan.

​Bukan sekadar retorika pembangunan fisik, pasangan kepala daerah ini menegaskan, bahwa urusan "wong cilik" adalah mandat kemanusiaan yang tidak bisa ditawar dan wajib didahulukan.

Hal tersebut, tercermin dari langkah Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta yang semakin agresif melakukan intervensi sosial melalui berbagai program perlindungan masyarakat.

​Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo secara gamblang menyampaikan, fokus pada warga miskin dan kelompok rentan merupakan kewajiban dasar seorang pimpinan daerah.

​"Itu menurut saya kewajiban dasar yang harus saya lakukan, karena menyangkut masalah kemanusiaan. Maka di tahun 2026 pasti saya teruskan, bahkan lebih lagi," tandasnya, Minggu (29/3/2026).

Hasto pun menyoroti pentingnya efektivitas anggaran, di mana pola-pola yang disebutnya dengan istilah "pisto" (tipis tapi rata), tidak boleh diterapkan lagi di lingkungan Pemkot Yogyakarta.

Menurutnya, anggaran yang disebar merata ke semua sektor tanpa prioritas hanya akan membuat program pembangunan tidak terasa dampaknya oleh masyarakat.

"Saya kira di 2026 kita harus banyak perubahan, refocusing anggaran. Jadi, mohon maaf, kami akan fokus kepada program-program besar. Sebagian OPD bisa jadi anggarannya kecil, tapi ada satu, dua, tiga OPD yang jadi prioritas," terangnya.

Baca juga: Kesaksian Warga saat Puting Beliung Terjang Purworejo, Rumah-rumah Rusak, Pohon Bertumbangan

"Saya kira itu, tanpa begitu, kita nggak akan ada kelihatan, tidak ada kelihatan hasilnya. Kalau cuma 'pisto', tipis tapi rata, anggaran itu (tidak optimal). Sehingga, kita harus refocusing," urai Hasto.

Menengok kiprahnya satu tahun terakhir, tercatat deretan program unggulan yang dampaknya dirasakan langsung oleh warga masyarakat rentan di akar rumput.

Mulai Asistensi Sosial Bagi Lanjut Usia Miskin (ASLUM) menyasar ribuan lansia miskin, terutama janda tua dan lansia terlantar yang belum tersentuh bantuan pusat maupun provinsi melalui bansos tunai rutin.

​Food Bank dan Jaring Pengaman Pangan untuk memastikan tidak ada warga Kota Yogyakarta yang kelaparan dengan sasaran kalangan penduduk paling lemah.

​Percepatan Penurunan Stunting dan pencanangan "Zero New Stunting" yang menekankan upaya-upaya keroyokan antar OPD, serta pengawasan sedari hulu.

Kemudian, Bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), untuk memperbaiki kualitas hidup masyarakat melalui hunian sehat dan aman, yang berlangsung rutin setiap akhir pekan tanpa keterlibatan APBD.

Dengan kebijakan anggaran semakin dipertajam, Hasto bilang, dukungan untuk program-program besar yang berdampak langsung pada kesejahteraan warga praktis bakal lebih spesifik.

​"Minggu depan sudah mulai bedah rumah itu, sudah jalan lagi. Nilai-nilai kemanusiaan, insyaallah pasti akan kami teruskan," pungkasnya. (aka)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved