Teras Malioboro Diklaim Serap 40 Persen Wisatawan selama Libur Lebaran

Kawasan ini tercatat berhasil menarik minat hingga 40 persen dari total wisatawan di Malioboro selama masa libur Idulfitri.

Tayang:
Penulis: Hanif Suryo | Editor: Yoseph Hary W
Tribun Jogja/Hanif Suryo
Sejumlah wisatawan memilih berbagai suvenir, pakaian, dan kerajinan yang dijajakan oleh pedagang di kawasan Teras Malioboro, Kota Yogyakarta. Pada masa libur panjang Idulfitri 2026, terjadi pergeseran tren wisata belanja di mana Teras Malioboro tampil sebagai primadona baru yang sukses menyerap hingga 40 persen dari total pengunjung kawasan sumbu filosofis tersebut. Transformasi penataan pedagang ini dinilai efektif dalam memecah kepadatan arus wisatawan di jalur pedestrian utama Jalan Malioboro sekaligus memberikan pengalaman belanja yang lebih tertata dan nyaman. 

“Teras Malioboro telah membuktikan dirinya sebagai pusat ekonomi baru yang tidak hanya tertata, tetapi juga mampu memberikan daya tarik dalam berbelanja sehingga mampu menjadi magnet di Malioboro,” katanya. 

Wisnu menambahkan bahwa keberhasilan angka kunjungan ini tidak terlepas dari pengembangan kawasan yang mulai menyentuh titik-titik baru, sehingga wisatawan kini tidak lagi hanya terfokus pada satu titik utama, melainkan mulai mengetahui kehadiran Teras Malioboro Beskalan dan Teras Malioboro Ketandan yang menyuguhkan pengalaman berbelanja berbeda.

Ekspansi ini secara efektif berhasil memecah konsentrasi massa maupun daya beli yang sebelumnya hanya berakhir di Teras Indra (eks-Indra). 

Peluang emas UMKM

Menariknya, pecahnya konsentrasi massa ini justru memberikan peluang emas bagi pertumbuhan UMKM yang lebih inklusif karena pedagang di kawasan Beskalan dan Ketandan kini mendapatkan porsi perhatian yang sama besarnya. 

Wisatawan yang lebih ramai cenderung memiliki waktu tinggal (dwell time) yang lebih berkualitas di setiap lapak karena suasana belanja yang lebih nyaman. Fenomena ini menunjukkan bahwa daya beli wisatawan tidak hilang, melainkan bertransformasi menjadi lebih variatif; dari yang sebelumnya hanya terfokus pada satu lokasi, kini tersebar di titik-titik lainnya.

Keberhasilan Teras Malioboro menyerap hampir separuh volume wisatawan Malioboro menandai ikon baru pariwisata Yogyakarta yang lebih tertata. 

Transformasi ini membuktikan bahwa penataan pedagang kaki lima ke dalam ruang yang lebih representatif tidak menghilangkan daya tarik wisata, melainkan justru meningkatkan nilai ekonomi dan kenyamanan pengunjung. 

 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved