Arus Mudik 2026

Gelombang Arus Balik Terminal Giwangan Diperkirakan Masih Terjadi Hingga Akhir Pekan Ini 

Tiket keberangkatan dari Terminal Giwangan melalui agen, khususnya pada Minggu (29/3) telah habis terjual.

Tayang:
Tribun Jogja/Christi Mahatma Wardhani
Suasana ruang tunggu di Terminal Giwangan, Kota Yogyakarta 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gelombang arus balik di Terminal Giwangan, Kota Yogyakarta, diperkirakan masih akan terjadi hingga akhir pekan ini.

Kepala Terminal Giwangan, Sigit Saryanto, mengatakan puncak arus balik di Terminal Giwangan sudah terjadi pada 24 dan 25 Maret 2026 kemarin. 

Pada Selasa (24/3/2026), Terminal Giwangan menerima 16.424 penumpang dan memberangkatkan 17.640 penumpang.

Sementara pada Rabu (25/3/2026), Terminal Giwangan menerima kedatangan 15.120 penumpang dan memberangkatkan 26.413 penumpang.

"Puncak arus balik itu sudah terjadi kemarin kelihatannya, tanggal 24 sama 25. Hari ini juga masih ada, tapi tidak seramai kemarin perkiraan kami. Kemungkinan nanti juga masih ramai lagi pada Sabtu (28/3) dan Minggu (29/3)," katanya, Kamis (26/3/2026).

Baca juga: KAI Daop 6 Yogyakarta Layani Lebih dari 800.000 Penumpang Selama 16 Hari Angkutan Lebaran 2026

Tiket Ludes

Ia menerangkan tiket keberangkatan dari Terminal Giwangan melalui agen, khususnya pada Minggu (29/3) telah habis terjual.

Selama Lebaran, ia menyebut keberangkatan per hari mencapai 10.000 hingga 12.000 penumpang.

"Kalau informasi dari PO (Perusahaan Otobus) itu sampai tanggal 29 Maret sudah habis. Baik ke arah Jakarta, ke Bali ya Denpasar, maupun ke Sumatra, ke Pekanbaru, Palembang, Bengkulu, Lampung itu sudah habis sampai tanggal 29 Maret," terangnya.

Selain bus reguler, Terminal Giwangan juga memberangkatkan bus-bus program mudik gratis, baik pemerintah maupun swasta.

Pada hari ini, Kamis (26/3/2026), pihaknya memberangkatkan 32 bus ke DKI Jakarta. Jumlah penumpang diperkirakan mencapai 1.415 orang.

Guna memastikan keselamatan penumpang, pihaknya juga melaksanakan tes urin menyasar sopir bus. 

"Ini untuk antisipasi, keselamatan menjadi prioritas kami. Ini untuk memastikan para driver dalam kondisi sehat," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved