Arus Mudik 2026

Jelang Idulfitri 2026, Pemkab Bantul Lakukan Pemataan Potensi Bencana Hidrometeorologi

Pemkab Bantul memetakan potensi kerawanan bencana karena masih ada potensi hujan disertai angin yang berlangsung selama momen libur Lebaran 2026.

Tayang:
Tribun Jogja/Neti Istimewa Rukmana
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih. 
Ringkasan Berita:
  • Pemkab Bantul memetakan potensi kerawanan bencana karena masih adanya potensi hujan disertai angin yang berlangsung selama momen libur Lebaran 2026. 
  • Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sudah memetakan wilayah yang saat ini menunjukkan kerawanan bencana
  • Selain personel dan pos, BPBD Bantul juga menyiagakan delapan mobil pemadam kebakaran, delapan mobil pendukung yang terdiri atas mobil tangki air, dapur umum hingga toilet umum

 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul memetakan potensi kerawanan bencana dikarenakan masih adanya potensi hujan disertai angin yang berlangsung selama momen libur Lebaran 2026. 

"Kondisi cuaca hujan disertai angin diperkirakan masih akan berlangsung sampai Lebaran 2026. Tentu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sudah memetakan wilayah yang saat ini menunjukkan kerawanan," kata Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, Selasa (17/3/2026).

Disampaikannya, pola potensi kejadian bencana pada setiap tahunnya tidak berbeda.

Di mana, kejadian banjir dari tahun ke tahun masih terjadi di Kapanewon Imogiri.

Kemudian, untuk potensi kejadian longsor terjadi di Kapanewon Imogiri, Kretek, Piyungan, dan Dlingo.

"Maka peta-peta kerawanan banjir dan longsor pada musim hujan ini, BPBD secara khusus telah memberikan perhatian," tutur dia.

Baca juga: Puncak Arus Mudik di Bandara Adisutjipto Diprediksi 18 Maret

Langkah Antisipasi

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bantul, Mujahid Amruddin, berujar sebagai antisipasi dampak bencana, pihaknya sudah membentuk tim piket khusus Lebaran Idulfitri 2026 dengan mengerahkan sekitar 124 personel dan disebar di delapan titik.

"Titik pertama itu dipusatkan di kantor BPBD Kabupaten Bantul, lalu titik lainnya di Kapanewon Piyungan, Banguntapan, Imogiri, Dlingo, Kasihan, hingga Sedayu. Titik-titik itu akan membantu masyarakat dari kondisi potensi bencana alam," urainya.

Selain personel dan pos, BPBD Bantul juga menyiagakan delapan mobil pemadam kebakaran, delapan mobil pendukung yang terdiri atas mobil tangki air, dapur umum, toilet umum, dan lain sebagainya. 

"Pemkab Bantul juga sudah menertibkan SK tentang siaga banjir dan longsor sampai 24 April 2026. Dan masa-masa itu, personel dan peralatan kita siagakan sepenuhnya 24 jam untuk mobilisasi dampak kebencanaan," jelas Mujahid.

Ditambahkan, unit pemadam kebakaran dan penyelamatan BPBD Bantul juga siap melaksanakan pembersihan mana kala terjadi tumpahan oli di jalan.

Pasalnya, kejadian itu kerap terjadi dan perlu dilakukan antisipasi demi kelancaran maupun keselamatan lalu lintas.

"Kami mohon kepada masyarakat, mana kala ada indikasi tumpahan oli di jalan silakan langsung menghubungi BPBD Bantul. Emergency kami ada di 112 maupun di 0274-6462100. Nanti tim kami langsung ke lokasi untuk melakukan pengamanan," tutupnya. (*)
 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved