Arus Mudik 2026

Cerita Dua Mahasiswi di DIY Demi Bisa Mudik ke Kampung Halaman saat Lebaran

Masa libur Lebaran pun menjadi momentum bagi perantau seperti dirinya untuk bisa berkumpul dengan keluarga saat Hari Raya.

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/Alexander Aprita
MENINGKAT - Sejumlah calon penumpang yang akan berangkat melalui Yogyakarta International Airport (YIA) Kulon Progo, Jumat (13/03/2026) lalu. Arus penumpang mulai meningkat memasuki momen libur Lebaran 2026. 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Warga perantau, termasuk mahasiswa di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mulai mudik ke kampung halaman jelang Idulfitri 1447 Hijriah/2026.

Satu di antaranya Safrina, warga asal Bangka Belitung yang sedang menjalani kuliah di Yogyakarta.

Ia memanfaatkan masa libur Lebaran yang cukup panjang untuk pulang ke rumahnya di Pulau Bangka.

Masa libur Lebaran pun menjadi momentum bagi perantau seperti dirinya untuk bisa berkumpul dengan keluarga saat Hari Raya.

Demi bisa mudik ke kampung halamannya, Ia pun telah mempersiapkan diri jauh-jauh hari sebelumnya.

Termasuk dalam urusan mengamankan tiket mudik.

"Saya sampai pesan tiket pesawat untuk pulang sejak sebelum puasa," ungkapnya, saat ditemui di Yogyakarta International Airport (YIA) Kulon Progo, Jumat (13/03/2026) lalu. 

Baca juga: Arus Penumpang Mudik Lebaran 2026 di YIA Kulon Progo Mulai Meningkat, Capai 15 Ribu Orang Sehari

Hanya Satu Penerbangan Langsung

Bukan tanpa alasan, Safrina harus membeli tiket jauh hari karena hanya ada 1 penerbangan langsung dari YIA menuju Bangka. 

Membeli tiket lebih awal membuatnya bisa mendapat kepastian untuk bisa pulang.

Ia mendapatkan tiket pesawat dengan harga sekitar Rp 1,5 juta untuk satu orang dan satu kali perjalanan.

Jika tidak mendapat tiket itu, maka ia harus membeli tiket pesawat dengan model transit atau harus mampir dulu ke Jakarta, baru setelahnya ke Bangka.

"Kalau pakai transit begitu, harganya bisa Rp2 juta untuk 1 tiket," ujar Safrina.

Safrina pun sudah menyiapkan antisipasi jika tidak mendapat tiket pesawat dengan harga terjangkau.

Opsi lain adalah dengan naik kereta api dari Yogyakarta menuju Jakarta.

Lalu dari Jakarta baru menggunakan pesawat terbang ke Bangka sehingga biayanya bisa lebih ditekan.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved