Harapan Sri Sultan HB X dalam Peringatan Hari Jadi ke-271 DIY

Peringatan Hari Jadi ke-271 DIY menjadi momentum penting untuk melakukan refleksi mendalam dan memperkuat kolaborasi multisektor.

Tayang:
Tribun Jogja/IST
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X menyampaikan sambutan dalam Rapat Paripurna Istimewa memperingati Hari Jadi ke-271 DIY di Gedung DPRD DIY, Yogyakarta, Jumat (13/3/2026). Dalam peringatan bertema "Mulat Sarira, Jumangkah Jantraning Laku" tersebut, Sultan menekankan pentingnya refleksi diri dan konsistensi dalam pembangunan yang berpihak kepada rakyat. 

 

Ringkasan Berita:
  • Hari Jadi ke-271 DIY menjadi momentum penting untuk melakukan refleksi mendalam dan memperkuat kolaborasi multisektor.
  • Menurut Peraturan Daerah DIY Nomor 2 Tahun 2024, peringatan ini dimaknai sebagai peneguhan atas nilai-nilai historis, kultural, dan konstitusional yang menjadi fondasi tegaknya keistimewaan Yogyakarta.
  • Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, menegaskan bahwa momentum ini hendaknya menjadi panggilan batin bagi seluruh pihak untuk terus merawat wilayah DIY.

 

TRIBUNJOGJA.COM, TRIBUN - Peringatan Hari Jadi ke-271 Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi momentum penting untuk melakukan refleksi mendalam dan memperkuat kolaborasi multisektor.

Berdasarkan Peraturan Daerah DIY Nomor 2 Tahun 2024, peringatan ini dimaknai sebagai peneguhan atas nilai-nilai historis, kultural, dan konstitusional yang menjadi fondasi tegaknya keistimewaan Yogyakarta.

Hal tersebut mengemuka dalam Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-271 DIY yang digelar di Gedung DPRD DIY, Jumat (13/3/2026). 

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, menegaskan bahwa momentum ini hendaknya menjadi panggilan batin bagi seluruh pihak untuk terus merawat wilayah DIY.

Keistimewaan dan Keberpihakan pada Rakyat

Dalam sambutannya, Sri Sultan menyampaikan bahwa keistimewaan DIY tidak hadir dengan sendirinya, melainkan lahir dari perjalanan sejarah, kesetiaan kepada bangsa, dan komitmen luhur untuk senantiasa hamemayu hayuning bawana—merawat keselamatan dan kesejahteraan kehidupan bersama.

Mempertahankan nilai-nilai tersebut, Sri Sultan menekankan pentingnya tata kelola pemerintahan yang responsif terhadap dinamika zaman namun tetap berpijak pada akar tradisi.

“Harapannya, DIY senantiasa menjadi ruang kehidupan yang tenteram, adil, dan bermartabat. Tentu dengan memadukan keluhuran tradisi dan dinamika perubahan, serta menghadirkan tata pemerintahan yang berpijak pada nilai-nilai kebijaksanaan, dan keberpihakan kepada rakyat,” ungkap Sri Sultan.

Makna Filosofis ‘Mulat Sarira, Jumangkah Jantraning Laku’

Pada usianya yang ke-271 tahun ini, DIY secara resmi mencanangkan cita-cita yang dibingkai dalam tema utama: ‘Mulat Sarira, Jumangkah Jantraning Laku’. Tema tersebut memuat pesan filosofis terkait strategi masyarakat dan pemerintahan dalam merancang masa depan.

Sri Sultan merinci makna dari tema tersebut secara komprehensif, mulai dari pentingnya refleksi diri hingga konsistensi dalam mengeksekusi pembangunan. Dari refleksi tersebut lahir keberanian melangkah maju (jumangkah) yang dilandasi kesadaran dan arah yang jelas.

Mulat sarira bermakna menengok ke dalam diri. Sebuah laku refleksi yang jujur dan penuh kesadaran untuk menimbang kembali perjalanan yang telah dilalui, memahami kekuatan yang dimiliki, sekaligus menyadari kekurangan yang masih perlu diperbaiki,” papar Sri Sultan.

“Sementara jantraning laku menggambarkan konsistensi dalam gerak perubahan. Sebuah ikhtiar perbaikan yang terus-menerus, terjaga ritmenya, dan terpelihara keberlanjutannya. Ia mengisyaratkan, kemajuan tidak lahir dari langkah sesaat, melainkan dari kerja yang tekun, terencana, dan berkesinambungan,” tegasnya.

Sinergi Multihelix untuk Kesejahteraan

Dalam konteks penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan, nilai jantraning laku turut menegaskan vitalnya kolaborasi yang erat antarunsur.

Sinergi ini mencakup hubungan antara pemerintah dan masyarakat, eksekutif dan legislatif, serta kolaborasi lintas sektor dalam semangat multihelix, baik secara vertikal maupun horizontal.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved