HUT ke-271 DIY, Hasto Wardoyo: Saatnya Berdikari dan Berdaulat di Pasar Sendiri
Meski kondisi ekonomi global maupun nasional sedang mengalami tantangan, DIY justru mencatatkan pertumbuhan yang impresif.
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Muhammad Fatoni
Ringkasan Berita:
- Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bakal memasuki usianya yang ke-271, pada Jumat (13/3/2026).
- Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menyoroti ketangguhan ekonomi DIY yang terbukti tahan banting.
- Status Kota Yogyakarta dan DIY sebagai center of excellence berbagai kemajuan berbasis kebudayaan dan pendidikan, dewasa ini semakin prominen.
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Perjalanan panjang Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bakal memasuki usianya yang ke-271, pada Jumat (13/3/2026).
Menapak usia DIY yang sudah melampaui dua setengah abad, Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menyoroti ketangguhan ekonomi Yogyakarta yang terbukti tahan banting.
Meski kondisi ekonomi global maupun nasional sedang mengalami tantangan, DIY justru mencatatkan pertumbuhan yang impresif.
Menurutnya, status Kota Yogyakarta dan DIY sebagai center of excellence berbagai kemajuan berbasis kebudayaan dan pendidikan, dewasa ini semakin prominen.
"Bahkan di tengah ekonomi yang kurang bagus, DIY mampu mencatatkan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,6 persen," ujarnya, di Balai Kota Yogyakarta, (12/3/2026).
Hasto bilang, angka tersebut bukan sekadar statistik, melainkan bukti nyata perpaduan antara budaya, pendidikan, dan pariwisata, mampu menjadi tameng yang kuat terhadap guncangan ekonomi.
Baca juga: Ornamen Kubah Masjid hingga Lampion Hiasi Stasiun Yogyakarta Sambut Masa Angkutan Lebaran 2026
Harapan Besar
Lebih lanjut, ia menaruh harapan besar agar DIY bisa lebih mandiri secara ekonomi, dengan mendorong warga masyarakat untuk kembali pada semangat berdikari mengandalkan kekuatan lokal.
"Saya sangat bersemangat mengajak warga membangun kemandirian ekonomi. Dalam kondisi seperti sekarang, kunci penguatnya ialah menguasai pasar sendiri dan memproduksi barang sendiri," ucapnya.
Wali Kota pun meyakini, bahwa kearifan lokal dan semangat gotong royong warga Yogyakarta merupakan sebuah local genius yang tidak dimiliki daerah lain.
Sehingga, potensi-potensi semacam itu harus senantiasa dipupuk, karena bakal menjadi modal sosial paling berharga untuk terus tumbuh di masa depan.
"Kearifan membangun berbasis budaya ini adalah local genius yang spesial. Harapan saya, kemandirian ini tercipta lebih baik lagi, sehingga kita benar-benar berdaulat di tanah sendiri," pungkasnya. (*)
| Jurus Hemat Ala Pemkot Yogyakarta: Mobil Dinas Tua Boros BBM Dilelang, Perjadin Dipangkas 50 Persen |
|
|---|
| Pemkot Yogyakarta Terapkan WFH Tiap Jumat Mulai Pekan Depan, Jatah BBM Kendaraan Dinas Dibatasi |
|
|---|
| Wali Kota Yogyakarta Siapkan Skenario Hemat BBM: Mobil Dinas Dijatah 5 Liter, Motor 1 Liter |
|
|---|
| Jurus Hasto-Wawan Tangani Problematika Kota Yogyakarta dengan Rekonstruksi Sosial dan Gotong Royong |
|
|---|
| Satu Tahun Pimpin Kota Yogyakarta, Hasyo Wardoyo Akui Masih Punya 'Hutang' ke Rakyat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/20260312-Wali-Kota-Yogyakarta-ucapkan-HUT-DIY.jpg)