Transformasi Digital ZIS, BAZNAS DIY Gulirkan Enam Program Prioritas Ramadan
Menurut Ni Made, digitalisasi ZIS menghadirkan peluang sekaligus tantangan. Lembaga pengelola zakat didesak untuk melakukan adaptasi
Penulis: Hanif Suryo | Editor: Yoseph Hary W
Ringkasan Berita:
- BAZNAS DIY menekankan pentingnya digitalisasi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah agar lebih efektif dalam penghimpunan dan penyaluran.
- Ni Made Dwipanti Indrayanti menyebut ZIS berperan strategis dalam redistribusi kekayaan dan pengentasan kemiskinan.
- Program Ramadan 1447 H BAZNAS DIY menyalurkan berbagai bantuan sosial, termasuk paket logistik, zakat fitrah, dan layanan bagi masyarakat rentan.
TRIBUNJOGJA.COM - Pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) di era modern dituntut untuk terus beradaptasi dengan kemajuan teknologi digital. Transformasi ini dinilai tidak hanya penting untuk mengoptimalkan penghimpunan dan penyaluran, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam mewujudkan keadilan sosial dan pengentasan kemiskinan secara berkelanjutan yang berlandaskan syariat.
Hal tersebut ditegaskan oleh Sekretaris Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Ni Made Dwipanti Indrayanti dalam acara Pentasharufan Simbolis Program Ramadan 1447 H BAZNAS DIY di Pendopo Wiyatapraja, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Rabu (11/3/2026).
Peluang sekaligus tantangan
Menurut Ni Made, digitalisasi ZIS menghadirkan peluang sekaligus tantangan. Lembaga pengelola zakat didesak untuk melakukan adaptasi kelembagaan secara menyeluruh, mulai dari manajemen, regulasi internal, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM).
Ia menggarisbawahi perlunya penyusunan strategi digital terintegrasi yang tidak hanya berfokus pada penghimpunan, tetapi juga pengelolaan dan distribusi yang efektif. Kolaborasi dengan teknologi finansial (fintech) syariah, perbankan syariah, dan platform digital lainnya dinilai sebagai langkah krusial untuk memperluas jangkauan layanan.
“Zakat, infak, dan sedekah merupakan instrumen penting dalam sistem ekonomi Islam yang memiliki peran strategis sebagai sarana redistribusi kekayaan dan upaya pengentasan kemiskinan. Melalui pengelolaan yang baik, ZIS tidak hanya menjadi bentuk ibadah personal, tetapi juga menjadi kekuatan sosial yang mampu mendorong keadilan dan kesejahteraan umat,” ucap Ni Made.
Pemerintah Daerah DIY mengapresiasi komitmen BAZNAS dalam menciptakan tata kelola ZIS yang profesional, transparan, dan berorientasi pada kemaslahatan masyarakat. Ni Made berharap sinergi antara pemerintah, BAZNAS, dunia usaha, dan lembaga keuangan syariah terus diperkuat agar potensi zakat yang besar dapat mendukung pembangunan daerah.
Enam program prioritas
Sementara itu, Ketua BAZNAS DIY Puji Astuti melaporkan bahwa pada Ramadan 1447 H tahun 2026 ini, pihaknya memfokuskan pendistribusian pada enam kegiatan prioritas (pentasarufan). Keenam program tersebut dirancang untuk menyentuh aspek sosial, kemanusiaan, pendidikan, kesehatan, hingga keagamaan.
Program pertama difokuskan pada syiar Al-Quran dan kajian berbuka puasa, yang mencakup penyediaan Al-Quran untuk masjid dan pesantren, serta edukasi literasi zakat melalui berbagai kanal media massa.
“Kegiatan kedua, pendistribusian zakat fitrah dan fidiah, yaitu memberikan layanan kemudahan bagi setiap muslim dalam menunaikan zakat fitrah dan fidiahnya, yang kemudian disalurkan dalam bentuk kemasan beras 5 kg dan makanan pokok harian kepada mereka yang membutuhkan dan yang berhak. Sebanyak 1.500 pack beras zakat fitrah yang akan disalurkan dan diharapkan terus akan bertambah hingga menjelang Idulfitri nanti, serta berbagi makanan dari fidiah yang setiap harinya kami lakukan,” papar Puji.
Kegiatan ketiga adalah penyaluran sekitar 2.750 Paket Logistik Keluarga dan Paket Ramadan Bahagia yang diprioritaskan bagi pegawai non-ASN di lingkungan Pemda DIY dan kelompok masyarakat rentan lainnya.
“Pengiriman bingkisan ini akan diantarkan oleh petugas kami secara berkala ke instansi masing-masing sesuai data penerima manfaat yang telah disetorkan dan juga sebagai alokasi kuota kami. Oleh karena itu, kami harapkan agar Bapak/Ibu pimpinan OPD untuk dapat mengoptimalkan penghimpunan dana ZIS-DSKL pada instansi masing-masing, agar kebermanfaatannya bisa dirasakan dengan jangkauan yang lebih luas lagi,” ungkap Puji.
Program keempat menyasar kaum marginal melalui penyaluran lebih dari 1.200 paket "Hidangan Berkah Ramadan". Paket berbuka puasa ini didistribusikan kepada warga di sekitar tempat pembuangan sampah terpadu (TPST), tukang becak, anak yatim, dan kelompok prioritas lainnya.
“Ada juga kegiatan kelima, yaitu bantuan living cost tahap kedua kepada para penyintas terdampak bencana, khususnya mahasiswa yang saat ini tengah berkuliah di Yogyakarta. Dari tahap 1 dan tahap 2, total sebanyak 1.421 mahasiswa penerima manfaat. Jumlah penyaluran donasi kemanusiaan bencana Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat hingga saat ini lebih kurang 1,4 miliar rupiah,” kata Puji.
Sebagai penutup rangkaian program, BAZNAS DIY juga mendirikan posko mudik yang dikelola oleh Relawan BAZNAS Tanggap Bencana DIY. Layanan ini mencakup bantuan pengamanan jalan, cek kesehatan gratis, pembagian takjil, dapur air, tempat istirahat, hingga obat-obatan bagi para pemudik.
“Pendistribusian simbolis yang dilakukan pada hari ini merupakan wujud kepedulian dalam mendukung program-program peningkatan kesejahteraan masyarakat di Daerah Istimewa Yogyakarta. BAZNAS DIY berharap besar agar potensi pengelolaan zakat di DIY dapat lebih tercapai maksimal, dan kian meningkat dari tahun ke tahun,” pungkas Puji.
| Orang Tua Ditantang Melek Digital: Pemkot Magelang Dorong Pola Asuh Adaptif di Era Gadget |
|
|---|
| Dari Algoritma ke Akhlak: MUI Eks Kedu Dorong Kolaborasi Ulama–Umaro Hadapi 'Kesepian Digital' |
|
|---|
| Perkuat Jurnalisme Kredibel, UAJY dan AMSI Kolaborasi Hadapi Tantangan Era Digital |
|
|---|
| Baru 50 Persen UMKM di Jogja yang Melek Visual dan Branding Digital, Faktor 'Gaptek' Jadi Kendala |
|
|---|
| Tren Emas Digital Meningkat, Total Kelolaan Emas BSI di DIY dan Jateng Capai 1,83 Ton |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Transformasi-Digital-ZIS-BAZNAS-DIY-Gulirkan-Enam-Program-Prioritas-Ramadan.jpg)