Tanah Gerak, Puluhan Rumah di Triwidadi Bantul Mengalami Kerusakan

Ada 20 unit rumah rusak dikarenakan kejadian itu. Dari jumlah itu, satu unit rumah roboh dan 19 rumah mengalami kerusakan struktur

Tayang:
Istimewa/Dok. BPBD Bantul
TANAH GERAK: Kondisi rumah di area perumahan di Guwo, Kalurahan Triwidadi, Kapanewon Pajangan, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, rusak dikarenakan terdampak gerakan tanah. 
Ringkasan Berita:
  • Intensitas hujan tinggi menyebabkan tanah ambles hingga kedalaman 2,5 meter dan bergerak sekitar 10 cm per hari.
  • Sebanyak 20 rumah terdampak, dengan satu roboh dan 19 mengalami kerusakan struktur.
  • Warga diminta waspada karena risiko longsor masih tinggi, sementara BPBD dan tim geologi akan melakukan survei serta penanganan lanjutan.

 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Puluhan rumah area perumahan di Guwo, Kalurahan Triwidadi, Kapanewon Pajangan, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, rusak dikarenakan terdampak gerakan tanah. Kondisi itu terjadi dikarenakan intenstitas hujan tinggi.

Tanah gerak

Panewu Pajangan, Anjar Arintaka Putra, mengatakan, intensitas hujan tinggi sejak Jumat (27/2/2026), mengakibatkan penurunan permukaan tanah sedikit demi sedikit.

Bahkan, kecepatan pergerakan tanah diperkirakan mencapai 10 sentimeter dalam setiap hari ke arah bawah permukiman.

"Kedalaman tanah ambles saat ini mencapai sekitar 2,5 meter sebab, kurangnya resapan air, struktur tanah gembur dan labil (tanah berkapur), kontur lahan tidak ada sengkedan (terasering), pembatas, dan tidak adanya tanggul penahan (talud) yang memadai," ujarnya, Minggu (8/3/2026).

Rumah terdampak

Sejauh ini, ada 20 unit rumah rusak dikarenakan kejadian itu. Dari jumlah itu, satu unit rumah roboh dan 19 rumah mengalami kerusakan struktur. Kendati begitu, apabila terjadi pergerakan lagi dikhawatirkan mengganggu permukiman warga setempat, mengingat lokasi tersebut juga terdapat permukiman warga.

"Jika hujan deras terus berlanjut, maka ada risiko tinggi terjadinya longsor dan membahayakan rumah warga di sisi bawah. Karena, ada permukiman yang berada langsung di jalur potensi longsoran," katanya.

Lebih lanjut, kata Anjar, perumahan yang kini rusak tersebut sempat dihuni beberapa waktu lalu. Akan tetapi, dikarenakan terdampak gerakan tanah, sehingga banyak penghuni yang sementara memilih tinggal di tempat lain. Sedangkan, untuk permukiman yang berpotensi terkena longsor, belum mengungsi.

Waspada

Kini, masyarakat diimbau untuk senantiasa waspada dan berhati-hati. Apabila muncul kejadian-kejadian, segera melaporkan ke kami maupun pihak-pihak terkait. Walau begitu, pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul terkait kejadian itu.

"Sudah diambil langkah-langkah penanganan oleh BPBD Kabupaten Bantul. Rencananya besok pagi akan ada tim ahli geologi yang langsung melakukan survei di lokasi kejadian," jelas Anjar.

Selain itu, pihak pengembang rencananya akan membuka akses jalan air, agar tidak ada genangan air di lokasi perumahan tersebut. Pihak pengembang sedang berupaya memperbaiki dan membuat saluran air di komplek perumahan dengan menggunakan alat berat.

"Jadi, kami sudah ada komunikasi dengan pihak pengembang perumahan tersebut," tutur dia.

Sementara itu, Komandan Pusat Pengendalian Operasi BPBD Bantul, Aka Luk Luk Firmansyah, berujar telah mendapat informasi kejadian tersebut dan akan dilakukan pengkajian lebih lanjut.

"Untuk rumah terdampak sudah tidak bisa dihuni karena sudah mengalami kerusakan konstruksi. Kami akan melakukan pengkajian lebih lanjut," tandasnya. (Nei)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved