Kasus Campak di Yogyakarta

6 Anak di Kota Yogya Positif Terpapar Campak

Dari 45 orang yang diperiksa melalui pemeriksaan laboratorium, sebanyak 6 orang dinyatakan positif campak

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
Freepik
Ilustrasi campak. IDAI mengingatkan campak sangat mudah menular dan dapat menyebabkan komplikasi serius, sehingga imunisasi lengkap sebelum mudik menjadi langkah penting melindungi anak. 

“Enggak ada semuanya bisa kita tangani,” katanya.

Gandeng pemuka agama untuk vaksin

Lana menyampaikan Dinkes Kota Yogyakarta sudah melakukan berbagai upaya salah satunya melalui pendekatan dengan menggandeng pemuka agama agar masyarakat paham pentingnya vaksinasi bagi kesehatan.

“Tapi ya namanya orang yang sudah, mempunyai anggapan vaksin itu nggak perlu gitu ya. Jadi itu memang agak susah. Mungkin yang harus kita lakukan ya lebih gigih lagi untuk menyebarluaskan informasi,” kata dia.

“Momen KLB di nasional ini juga sebetulnya satu titik poin yang cukup baik ya untuk kita bisa menginformasikan ke masyarakat, 'Ini lho, ini lho akibatnya jika tidak, tidak divaksin,'” kata dia.

Ia menambahkan vaksin diberikan gratis oleh pemerintah melalui Puskesmas maupun fasilitas layanan kesehatan lainnya.

Baca juga: Puluhan Profesor di Yogyakarta Berbagi Pengalaman dengan Para Siswa Juara Olimpiade Sains

Apa Iru Campak?

Campak (atau Rubeola) adalah penyakit infeksi saluran pernapasan yang sangat menular yang disebabkan oleh virus dari keluarga Paramyxovirus.

Penyakit ini merupakan salah satu penyebab utama kematian pada anak di seluruh dunia jika tidak ditangani, meskipun sebenarnya dapat dicegah dengan vaksinasi.

 1. Ciri-ciri & Gejala

Gejala biasanya muncul 10–14 hari setelah terpapar virus. Secara umum, gejalanya dibagi menjadi beberapa fase:

Fase Awal (Prodromal):

  • Demam tinggi (bisa mencapai 40 derajat celcius atau lebih
  • Batuk kering dan pilek.
  • Mata merah, berair, dan sensitif terhadap cahaya (Konjungtivitis).
  • Bercak Koplik: Bintik putih kecil dengan pusat putih kebiruan di dalam mulut (pipi bagian dalam).

Fase Ruam:

  • Muncul 3–5 hari setelah gejala awal.
  • Ruam merah datar yang mulai dari wajah/garis rambut, lalu menyebar ke leher, batang tubuh, hingga kaki.
  • Saat ruam muncul, demam biasanya mencapai puncaknya.

2. Cara Penanggulangan & Pengobatan

Hingga saat ini, tidak ada pengobatan medis spesifik untuk membunuh virus campak. Penanganan difokuskan pada meredakan gejala dan mencegah komplikasi.

Perawatan Mandiri:

  • Istirahat Total: Memberi waktu bagi sistem imun untuk melawan virus.
  • Hidrasi: Minum banyak air untuk mencegah dehidrasi akibat demam.
  • Penurun Panas: Menggunakan obat seperti Paracetamol atau Ibuprofen (hindari Aspirin pada anak-anak karena risiko sindrom Reye).
  • Suplemen Vitamin A:
Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved