JK Minta Presiden Prabowo Temui Trump dan Minta AS Gunakan BoP untuk Perdamaian

Ia menerangkan Presiden Prabowo mestinya menemui Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Hal itu karena Amerika Serikat yang menyerang Iran.

Tribun Jogja/Christi Mahatma Wardhani
Wakil Presiden RI periode 2004-2009 dan 2014-2019, Jusuf Kalla usai menjadi pembicara dala Ramadan Public Lecture di Masjid Kampus UGM, Kamis (5/3/2026). 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, menyampaikan keprihatinan atas konflik di Timur Tengah. 

Ia pun mengajak masjid di seluruh Indonesia untuk menggelar doa bersama dengan membaca qunut nazilah pada salat Jumat (6/3/2026).

Doa untuk perdamaian

"Kita mendoakan kedamaian di Timur Tengah, khususnya bagaimana Iran itu dapat selamat. Kita doa bagaimana Palestina, perang antara Pakistan dan Afghanistan berhenti semua," katanya di Masjid Kampus UGM, Kamis (5/3/2026) malam.

Ia juga berharap pemerintah Indonesia dapat bersimpati kepada Iran.

Menurut JK, keinginan Prabowo menjadi mediator antara Amerika Serikat dan Iran adalah niat yang baik. Kendati  demikian, dalam kondisi perang seperti ini tidak akan mudah untuk menjadi mediator.

"Tentu kita mengharapkan ya untuk (Indonesia) memberikan simpatilah kepada Iran. Saya kira tentu niat baik (Prabowo ingin jadi mediator). Tapi kalau mendamaikan dalam perang begini tidak mudah," ujarnya.

Semestinya Prabowo temui Trump

Lebih lanjut, ia menerangkan Presiden Prabowo mestinya menemui Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Hal itu karena Amerika Serikat yang menyerang Iran.

"Justru yang harus dikunjungi Trump, karena dia menyerang (Iran)," lanjutnya.

Sebagai anggota Board of Peace (BoP), Presiden Prabowo bisa mendorong Trump untuk memfungsikan organisasi internasional itu.

"Bagaimana memperjuangkan Board of Peace itu menjadi perdamaian. Jadi pemerintah Indonesia sebaiknya minta agar Board of Peace itu  untuk kedamaian," pungkasnya. (maw)

 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved