Muhammad Suryo HS Vidcall dengan Korban Kecelakaan, Ini Isi Percakapannya

Pengusaha rokok asal Yogyakarta merek HS, Muhammad Suryo, menyatakan bertanggung jawab atas kecelakaan

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Miftahul Huda | Editor: Joko Widiyarso
Tribun Jogja/IST
DALAMI KECELAKAAN - Polisi gunakan metode TAA untuk menganalisis dan mendalami penyebab kecelakaan maut yang melibatkan Moge Harley Davidson vs Yamaha Jupiter di Temon, Kulon Progo. Pengusaha rokok asal Yogyakarta merek HS, Muhammad Suryo, menyatakan bertanggung jawab atas kecelakaan yang melibatkan motor gede (moge) yang dikendarainya dengan pengendara motor Jupiter MX di Jalan Wates-Purworejo, Temon, Kulon Progo.  
Ringkasan Berita:
  • Muhammad Suryo menyatakan bertanggung jawab atas kecelakaan yang melibatkan motor gede (moge) yang dikendarainya dengan pengendara motor Jupiter MX di Jalan Wates-Purworejo, Temon, Kulon Progo. 
  • Pengusaha rokok asal Yogyakarta merek HS itu kini menjalani perawatan juga menghubungi pihak pemotor Jupiter MX via video call.

 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pengusaha rokok asal Yogyakarta merek HS, Muhammad Suryo, menyatakan bertanggung jawab atas kecelakaan yang melibatkan motor gede (moge) yang dikendarainya dengan pengendara motor Jupiter MX di Jalan Wates-Purworejo, Temon, Kulon Progo. 

Suryo yang kini menjalani perawatan juga menghubungi pihak pemotor Jupiter MX via video call.

Suryo memastikan seluruh biaya pengobatan korban ditanggung dan dia berkomitmen membiayai pendidikan anak korban hingga jenjang sarjana.

Komitmen tersebut disampaikan melalui utusannya, yang menjenguk pengendara Jupiter MX, Aab Abdullah dan anaknya, Deva, di RSUD Wates, hari ini.

Kondisi Aab dan Deva, saat ini berangsur membaik setelah menjalani perawatan intensif, termasuk tindakan operasi.

Suryo juga menyampaikan komitmen untuk membiayai pendidikan Deva hingga jenjang sarjana, serta memberikan santunan senilai Rp20 juta dan mengganti sepeda motor korban.

Dalam kesempatan tersebut, Suryo melakukan video call atau panggilan video dengan keluarga korban untuk menyampaikan permohonan maaf secara langsung.

"Bapak, saya mohon maaf ya. Kalau istri saya ada salah, saya mohon maaf. Tidak ada yang menginginkan semua ini," kata Suryo saat video call

Dia juga berharap hubungan kedua keluarga tetap terjalin baik setelah peristiwa tersebut.

"Semoga kita bisa jadi keluarga. Mulai hari ini saya menganggap panjenengan (Anda) keluarga saya. Sekali lagi saya mohon maaf," kata Suryo.

Permohonan maaf diterima

Istri Aab, Ratih, menyatakan pihaknya menerima permohonan maaf tersebut dan menginginkan penyelesaian secara damai.

"Iya pak, sama-sama ya pak. Saya juga minta maaf atas kelalaian suami saya. Kami turut berduka atas kepergian istri bapak. Semoga bapak juga lekas membaik," ucap Ratih.

Ratih mengatakan sejak malam kejadian sudah ada perwakilan dari pihak Suryo yang datang untuk membantu penanganan.

"Responsnya baik, sejak kejadian itu, malamnya sudah ada utusan Pak Suryo yang datang untuk menangani semuanya," jelasnya.

Menurut Ratih, kecelakaan itu merupakan musibah, dan pihaknya tidak ingin menyalahkan pihak manapun.

"Saya inginnya damai. Kasihan, nggak ada yang mau kejadian ini. Kita sama-sama korban. Nggak ada yang salah. Kami juga minta maaf karena mendengar istri bapak meninggal dunia. Kami saling memaafkan karena kita sama-sama korban," ujar dia.

Seperti diketahui, kecelakaan itu terjadi di Jalan Wates-Purworejo, wilayah Palihan, Temon, Kulon Progo, Minggu (1/3) sore. Insiden itu menyebabkan istri Suryo, Anis Syarifah, meninggal dunia. 

Saat ini Muhammad Suryo, Aab Abdullah, dan Deva mengalami luka serius dan masih menjalani perawatan di rumah sakit. 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved