SPPG Margomulyo Sleman Cantumkan Informasi Harga dan Nilai Gizi pada Kemasan MBG

SPPG di Sleman mulai mencantumkan label harga pada program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Tribun Jogja/IST
INFO HARGA - SPPG Margomulyo, Seyegan, Sleman mencantumkan informasi harga pada MBG, Selasa (3/2/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Kini, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Sleman mulai mencantumkan label harga pada program Makan Bergizi Gratis (MBG). 
  • Pencantuman label harga tersebut dilakukan setelah arahan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Badan Gizi Nasional (BGN)
  • Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Margomulyo, Seyegan, Joni Prasetyo mengatakan SPPG yang ia kelola mulai mencantumkan label harga sejak Jumat (27/2/2026) kemarin.
 

 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Sleman mulai mencantumkan label harga pada program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pencantuman label harga tersebut dilakukan setelah arahan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Badan Gizi Nasional (BGN)

Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Margomulyo, Seyegan, Joni Prasetyo mengatakan SPPG yang ia kelola mulai mencantumkan label harga sejak Jumat (27/2/2026) kemarin.

Pihaknya juga memberikan informasi harga dan nilai gizi pada kemasan MBG

Menurut dia, pencantuman label harga tersebut merupakan wujud keterbukaan informasi publik terkait pengelolaan anggaran negara.

"Publik bisa menilai dan memberi masukan karena ini juga menjadi wujud keterbukaan informasi publik terkait pengelolaan anggaran negara," katanya, Selasa (3/3/2026).

Ia menyebut harga masing-masing SPPG akan berbeda. Perbedaan harga menu pada MBG juga ditentukan oleh kualitas.

"Tentu perbedaan harga di setiap SPPG beragam bisa lebih mahal atau lebih murah tergantung kualitasnya," sambungnya.

Cantumkan info pemasok

Selain label harga, SPPG Margomulyo juga mencantumkan informasi pemasok bahan baku MBG

Dalam pemenuhan MBG, SPPG Margomulyo menggandeng pelaku UMKM, peternak, dan petani yang dihimpun secara kolektif melalui Koperasi Dapur Bumdes Mataram.

"Kolaborasi ini bertujuan untuk memastikan roda ekonomi kalurahan bergerak hingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat,"

Hal itu juga sejalan dengan arahan pemerintah, baik pusat maupun daerah agar SPPG mengoptimalkan produk lokal dan menggandeng UMKM dalam pemenuhan MBG.

"Sehingga kami juga melakukan kolaborasi, seperti halnya roti homemade dari pelaku UMKM, kelengkeng dan belimbing dari hasil kebun bumdes (Koperasi Dapur Bumdes Mataram)," imbuhnya. 

Instruksi Sultan HB X

Sebelumnya, Pemda DIY melakukan evaluasi total terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyusul maraknya kritik masyarakat terkait kualitas menu selama bulan Ramadan.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menginstruksikan langkah tegas untuk memastikan akuntabilitas gizi dan transparansi anggaran di tengah temuan menu yang dinilai tidak layak.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved