Pelajar Sentolo Terima Telur Rebus Tak Layak di MBG, BGN Kulon Progo Akan Tegur SPPG

Pelajar di Kapanewon Sentolo, Kulon Progo menerima paket Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kondisinya dinilai tak layak oleh orang tuanya

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Yoseph Hary W
Istimewa
ADA KOTORAN: Kondisi cangkang telur rebus yang masih terlihat kotor dalam paket Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diberikan untuk pelajar di Kapanewon Sentolo, Kulon Progo, Kamis (26/02/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Orang tua pelajar di Kapanewon Sentolo, Kulon Progo menceritakan telur rebut dalam paket MBG bagian cangkangnya terlihat masih ada kotoran menempel.
  • Menurutnya, kondisi telur dengan cangkang yang masih kotor berarti tidak dicuci sebelum direbus dan dibagikan
  • Korwil BGN Kulon Progo mengaku sudah mengetahui informasi tersebut dan akan memberikan teguran ke SPPG

 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Pelajar di Kapanewon Sentolo, Kulon Progo menerima paket Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kondisinya dinilai tak layak oleh orang tuanya. Badan Gizi Nasional (BGN) tingkat kabupaten pun menyatakan akan mengambil tindakan.

Kurang layaknya makanan dalam paket MBG diungkapkan oleh MB, salah satu orang tua pelajar di Sentolo.

Telur rebus dengan cangkang masih ada kotorannya

Kamis (26/02/2026) ini, anaknya mendapatkan paket berupa telur rebus, roti, kurma, serta susu siap minum.

"Tapi kondisi cangkang telur rebusnya kurang bersih, berarti tidak dicuci," katanya pada Tribun Jogja.

MB pun sempat berkomunikasi dengan orang tua pelajar lainnya terkait paket MBG yang diterima. Rupanya, ada pelajar yang mendapatkan telur rebus dengan kondisi cangkangnya sudah pecah dan terkelupas.

Ia pun mengaku kesal dengan paket MBG yang diterima anaknya hari ini. Sebab kebersihan dalam mengolah makanan sebelum didistribusikan kurang menjadi perhatian.

"Masa masih keliatan sekali kotorannya, berarti mereka kurang teliti dalam hal kebersihan," ujar MB.

Ia pun berharap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terkait bisa lebih teliti dalam menjaga kebersihan makanan yang akan disajikan. Apalagi makanan tersebut akan dikonsumsi oleh pelajar.

Tegur SPPG

Koordinator Wilayah (Koorwil) BGN Kulon Progo, Aini Ambarwati mengaku sudah mengetahui informasi soal kondisi telur rebus yang kurang layak. Ia pun akan melakukan konfirmasi ke SPPG terkait.

"Kami akan memberikan teguran agar SPPG terkait lebih memperhatikan kualitas menu yang diberikan," kata Aini melalui aplikasi perpesanan instan.

Menurutnya, setiap SPPG memiliki grup diskusi dengan penanggungjawab MBG di sekolah. Lewat grup diskusi tersebut, pihaknya menjaring kritik, saran, masukan dan menjadi media penyebaran informasi terkait MBG.

Aini mengatakan para orang tua pelajar juga bisa menyampaikan keluhan dan kritiknya ke SPPG melalui penanggungjawab MBG di sekolah. Keluhan itu nantinya akan langsung ditanggapi oleh SPPG terkait.

"Kami atas nama BGN tentu tidak ingin hal serupa terjadi lagi, dan SPPG terkair harus melakukan evaluasi secara menyeluruh," jelasnya.(alx)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved